Internasional
Wanita Kenya Gagal Hamil Putus Asa, Mencari Bayi Untuk Dibeli (2)
Menurut penelitian Africa Eye, lingkaran perdagangan anak beroperasi di dalam tembok beberapa rumah sakit terbesar yang dikelola pemerintah di Nairobi
SERAMBINEWS.COM, NAIROBI - Menurut penelitian Africa Eye, lingkaran perdagangan anak beroperasi di dalam tembok beberapa rumah sakit terbesar yang dikelola pemerintah di Nairobi.
Melalui sebuah sumber, mendekati Fred Leparan, seorang pekerja sosial klinis di rumah sakit Mama Lucy Kibaki.
Tugas Leparan adalah melindungi kesejahteraan anak-anak rentan yang lahir di Mama Lucy.
Tapi sumber mengatakan Leparan terlibat langsung dalam perdagangan manusia, lansir BBCNews, Senin (16/11/2020).
Sumber itu mengatur untuk bertemu Leparan, dan mengatakan kepadanya bahwa dia mengenal seorang wanita yang putus asa untuk membeli seorang anak setelah gagal hamil.
Baca juga: Ada Pasar Gelap Bayi di Kenya, Penculikan Marak di Nairobi (1)
"Saya punya bayi laki-laki di rumah sakit," jawab Leparan.
"Mereka menyerahkannya dua minggu lalu dan tidak pernah kembali," ujarnya.
Menurut sumber, ini bukan kali pertama Leparan mengatur penjualan anak.
"Kasus terakhir membuat saya takut," kata Leparan dalam pertemuan tersebut, yang dicatat oleh Africa Eye.
"Misalkan kita melakukan ini, saya ingin ada rencana yang tidak akan membuat kita bermasalah di kemudian hari," ujarnya.
Fred Leparan menerima 300.000 shilling Kenya untuk mencuri seorang anak dari rumah sakit Mama Lucy
Anak-anak seperti bayi laki-laki terlantar yang ditawarkan dari Leparan harus dibawa ke panti asuhan.
Mereka ditempatkan secara resmi dengan orang tua asuh yang telah menjalani pemeriksaan latar belakang dan kesejahteraan.
Ketika mereka dijual secara ilegal oleh orang-orang seperti Fred Leparan, tidak ada yang tahu di mana mereka akan berakhir.
Menyamar sebagai wanita bernama Rose, seorang reporter yang menyamar yang bekerja untuk Africa Eye bertemu Leparan di sebuah kantor yang dekat dengan rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/emma-relawan-pencari-bayi-hilang.jpg)