Penanganan Covid 19
Status Abdya Turun Menjadi Zona Risiko Rendah Covid-19, Warga Diminta Tetap Waspada
Penurunan status ini merupakan hasil pemetaan yang dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), selama ini masuk zona oranye atau zona risiko sedang, kembali turun masuk zona kuning atau zona risiko rendah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Perkembangan menggembirakan itu merupakan hasil pemetaan yang dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.
“Abdya masuk zona kuning diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat pada Rabu lalu,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes kepada Serambinews.com, Senin (16/11/2020).
Penurunan zona risiko dari orange menjadi kuning, diingatkan agar tidak membuat masyarakat menjadi lengah. Meskipun risiko turun menjadi zona kuning, mayarakat diminta agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran diri.
“Protokol kesehatan (protkes) tetap mutlak harus dilaksanakan dalam setiap kegiatan sehari-hari,” kata Safliati, juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya.
Kepala Dinkes Abdya itu menjelaskan, dalam rapat dengan Dinkes Provinsi Aceh secara virtual, Kamis lalu yang diikuti semua jajaran kesehatan juga ditanya tentang kiat-kiat Kabupaten Abdya sehingga kembali masuk zona kuning.
Seperti diketahui bahwa peta zonasi risiko Covid-19 di daerah dihitung berdasarkan indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skorsing dan pembobotan.
Dalam hal ini, kata Safliati, di Abdya terjadi penurunan jumlah kasus terkonfirmasi Positif, Probable dan penurunan jumlah meninggal kasus positif dan probable pada minggu terakhir.
Karenanya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya, mengajak semua pihak secara bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran diri untuk melaksanakan protkes sehingga mampu menekan kasus Covid-19.
Peraturan Bupati (Perbup) Abdya tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protkes, yang sudah diterapkan selama beberaap bulan terakhir diminta agar benar-benar dipatuhi semua pihak.
“Bisa jadi, Abdya kembali masuk zona oranye, jika terjadi penambahan kasus,” katanya.
Seperti diberitakan, jumlah kasus Positif dan Probable Covid-19 Abdya cenderung menurun selama beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan update terakhir, Minggu (15/11/2020) sore pukul 17.00 WIB, kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Abdya, berjumlah 90 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020.
Baca juga: Di Nagan Raya Bertambah Dua Pasien Positif Covid-19, Total 150 Orang
Baca juga: Bertambah 4.106 Kasus, Covid-19 di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara
Baca juga: Kasus Konfirmasi Baru Covid-19 di Aceh Bertambah 49 Orang
Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes kepada Serambinews.com menjelaskan, jumlah 90 warga yang terkonfirmasi Positif Corona, bertambah 2 orang dibandingkan update data lima hari lalu sebanyak 88 orang.
Bertambah 2 kasus baru berdasarkan data dari Dinkes Aceh, yaitu bernisial A (43), laki-laki warga Kecamatan Blangpidie, dirawat di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya.
Dan, I (57) perempuan warga Kecamatan Blangpidie, dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Sementara 81 pasien Positif Covid-19 lainnya dinyatakan sembuh atau tidak ada lagi gejala setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya.
Sedangkan 7 pasien Positif Covid-19 Abdya, meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa dan 1 warga Kecamatan Lembah Sabil.
Berikut rincian data 90 kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Abdya, merupakan hasil pendataan sejak Maret lalu, tersebar di seluruh kecamatan (9 kecamatan).
Jumlah kasus terbanyak di Kecamatan Blangpidie 46 orang, 2 diantaranya masih dirawat dan 2 meninggal dunia.
Disusul, Kecamatan Susoh 15 orang, namun seluruhnya dinyatakan sembuh.
Kecamatan Kuala Batee 9 orang, juga sembuh seluruhnya.
Kecamatan Babahrot 6 orang, 3 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.
Kecamatan Manggeng 5 orang, seluruhnya sembuh.
Kecamatan Lembah Sabil 3 orang, 2 orang sembuh dan 1 orang meninggal.
Kecamatan Setia 2 orang, sembuh seluruhnya.
Kecamatan Tangan-Tangan 1 orang, namun sudah sembuh.
Kecamatan Jeumpa 2 orang, 1 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.
Kemudian dari luar daerah bekerja di Abdya 1 orang, dan sudah sembuh setelah isolasi.
Baca juga: Gadis Ini Gugup Saat Mobilnya Dihentikan Polisi, Ternyata Ban Bocor Hingga Petugas Menggantinya
Baca juga: Ada Pasar Gelap Bayi di Kenya, Penculikan Marak di Nairobi (1)
Baca juga: Wanita Kenya Gagal Hamil Putus Asa, Mencari Bayi Untuk Dibeli (2)
Kepala Dinkes Abdya, Safliati lebih lanjut menjelaskan, pasien Probable, sebelumnya disebut PDP (Pasien Dalam Perawatan (PDP) hasil pendataan sejak Maret lalu berjumlah 47 orang.
Dari jumlah probable tersebut, sebanyak 42 orang dinyatakan sembuh setelah dirawat/isolasi di RSUTP Abdya dan RSUZA Banda Aceh, 2 orang masih dalam perawatan dan 3 orang meninggal dunia.
Probable sejumlah 47 orang, bertambah 2 orang dibandingkan lima hari lalu berjumlah 45 orang.
Dua kasus baru probable adalah warga bernisial R (27), perempuan dan By, keduanya warga asal luar daerah, masih dirawat di RSUTP Abdya.
Sementara 42 pasien probable lainnya dinyatakan sembuh setelah dirawat/isolasi di RSUTP Abdya dan RSUZA Banda Aceh.
Sedangkan 3 probable meninggal dunia, masing-masing berinisial A (45), warga Kecamatan Blangpidie, hasil rapid test dinyatakan reaktif, meninggal dunia di RS Jiwa Banda Aceh, 13 Oktober lalu.
Dua pasien probable lainnya meninggal dunia sebelumnya, bernisial H (64) asal Jakarta Selatan, meninggal di Ruang Pinere RSUTP Abdya, 21 September lalu.
Dan, pasien A (55), perempuan warga salah satu desa Kecamatan Susoh, meninggal dunia dalam perawatan RSUTP Abdya, 1 September lalu.
Safliati juga Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Abdya menjelaskan, warga setempat yang masuk data suspeck, sebelumnya didanamakan ODP (Orang Dalam Pemantauan) hingga Minggu sore, berjumlah 163 orang.
Dari total suspect tersebut , sebanyak 116 orang selesai menjadi isolasi di rumah, hasilnya tanpa gejala, dan 47 orang masih menjalani isolasi di rumah.
Bersama-kita lawan virus corona
Serambinews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat Pesan Ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-dinkes-abdya-safliati-sst-mkes.jpg)