Berita Pidie

DP3AKB Pidie Laksanakan Kota Layak Anak, Kendala Dana Tapi Tetap Digelar

Apalagi, saat ini masa kondisi pandemi covid-19 anggaran juga terkena refocusing menambah proses KLA menjadi tertunda saat itu.

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pidie melaksanakan rapat kluster 1 menuju Kota Layak Anak (KLA) di Aula DP3AKB setempat, Selasa(17/11/2020). 

Apalagi, saat ini masa kondisi pandemi covid-19 anggaran juga terkena refocusing menambah proses KLA menjadi tertunda saat itu.

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pidie melaksanakan rapat kluster 1 menuju Kota Layak Anak (KLA) di Aula DP3AKB, Selasa(17/11/2020).

Rapat kluster 1 dihadiri antara lain dari Dinas Infokom, Dinas Perhubungan, Pustaka dan Arsip, Satpol PP, Forum Anak dan instansi terkait lainnya.

Kadis DP3AKB Pidie, Ainul Mardhiyah mengatakan, sebetulnya Perbup terkait Kota Layak Anak sudah ada sejak tahun 2018.

Namun keterbatasan anggaran maka baru bisa dilakukan sekarang.

Apalagi, saat ini masa kondisi pandemi covid-19 anggaran juga terkena refocusing menambah proses KLA menjadi tertunda saat itu.

Baca juga: Hampir Saja Perang Terjadi, Ternyata Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Iran Pada Pekan Lalu

Baca juga: Pengamat Energi Indonesia: Pengelolaan Blok B Aceh Utara Harus Tetap Melibatkan Pekerja Lama

Baca juga: RBA Gelar Dalkot Kota Juang 6.30

Untuk menerapkan KLA ini bukan saja tugas dari DP3AKB saja melainkan harus didukung instansi lainnya.

Ia mencontohkan semisal di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) waktu membuat jembatan harus ada areal untuk bisa dilewati pejalan kaki yang nantinya bermanfaat bagi orang membawa anak.

Misalnya lagi di salah satu instansi harus ada ruang khusus untuk anak.

"Saat seorang ibu sedang berurusan dengan pejabat terkait, nah anaknya bisa dititip di ruang anak yang letaknya di kantor itu juga," katanya.

Maka itu, melaksanakan KLA ini seharusnya didukung semua instansi sehingga ada plot dana juga dianggarkan membangun sarana untuk fasilitas anak.

Begitu juga seperti di pusat layanan kesehatan juga harus tersedia ruang bagi anak-anak. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved