Breaking News:

Luar Negeri

Israel Buka Pariwisata di Yerusalem, Palestina Tercabik-cabik, Disebut Penghalang Utama Perdamaian

 Para pemimpin Palestina dengan tajam menolak keputusan baru-baru ini oleh UEA, Bahrain dan Sudan untuk menjalin hubungan dengan Israel.

AP/Mahmoud Illean
Seorang wanita Muslim mengambil foto selfie di samping Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa, Haram Asy-Syarif di kota tua Yerusalem, Jumat, 6 November 2020. (AP/Mahmoud Illean) 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Ketika Uni Emirat Arab setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, salah satu dampaknya adalah sektor pariwisata di Yerusalem timur akan menjadi lebih ramai.

Setelah warga Palestina di kota Yerusalem timur berbulan-bulan menghadapi 'kota hantu' akibat wabah virus corona, kini mereka akan segera melihat keuntungan di sektor pariwisata dari normalisasi UEA-Israel.

Seorang pengusaha Palestina di Yerusalem Timur, Sami Abu Dayyeh, mengatakan bahwa akan ada beberapa keuntungan di sektor pariwisata Palestina, "...dan inilah yang saya harapkan," ujar Abu Dayyeh dikutip Associated Press (AP).

"Lupakan politik, kita harus bertahan hidup," ujarnya.

 Para pemimpin Palestina dengan tajam menolak keputusan baru-baru ini oleh UEA, Bahrain dan Sudan untuk menjalin hubungan dengan Israel.

Normalisasi itu melemahkan konsensus Liga Arab lama tentang hubungan Israel dan Palestina.

Palestina berharap bisa mendirikan negara termasuk Yerusalem timur dan Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel dalam perang 1967.

Dukungan Arab, yang dilihat sebagai bentuk kunci dari pengaruh dalam beberapa dekade negosiasi perdamaian yang terus-menerus dan tidak aktif, sekarang tampaknya menurun, membuat Palestina bisa dibilang lebih lemah dan lebih terisolasi daripada titik mana pun dalam sejarah belakangan ini.

Orang-orang Palestina memandang permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem timur sebagai penghalang utama perdamaian, dan sebagian besar komunitas internasional menganggapnya ilegal.

Tetapi prospek pariwisata religi yang diperluas pada akhirnya dapat menguntungkan orang Israel dan Palestina.

Halaman
1234
Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved