Senin, 4 Mei 2026

Info Singkil

Milad Muhammadiyah di Aceh Singkil Ditandai dengan Peresmian Panti Asuhan Putra

"Saya nanti bermusyawarah dengan Pak Wakil Bupati, agar dicarikan mobil untuk dihibahkan," kata Dulmusrid.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali didampingi Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid gunting pita peresmian panti asuhan putra Muhammadiyah di kawasan Rimo, Gunung Meriah, Rabu (18/11/2020). 

"Saya nanti bermusyawarah dengan Pak Wakil Bupati, agar dicarikan mobil untuk dihibahkan," kata Dulmusrid.

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Milad Muhammadiyah di Kabupaten Aceh Singkil, ditandai dengan peresmian panti asuhan putra, di kawasan Rimo, Gunung Meriah, Rabu (18/11/2020).

Acara Milad ke-112 itu dihadiri Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid yang sekaligus meresmikan panti asuhan putra. 

Rumah yang dijadikan panti asuhan putra tersebut, merupakan hibah dari almarhum ayah Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali dan Ali Hasmi Kepala Dinas BKPSDM Aceh Singkil serta keluarga besarnya. 

Dalam kesempatan itu Dulmusrid mengatakan, pihaknya akan berupaya mencari mobil untuk dihibahkan ke panti asuhan putra milik Muhammadiyah.

Sehingga, anak yatim piatu yang ada di panti bisa berangkat sekolah dengan aman.

"Saya nanti bermusyawarah dengan Pak Wakil Bupati, agar dicarikan mobil untuk dihibahkan," kata Dulmusrid.

Baca juga: Batu Meteor Miliknya Dibeli Kolektor dari AS Senilai Rp 26 Miliar, Josua Hutagalung Kaya Mendadak

Pada bagian lain Bupati mengatakan, Muhammadiyah terus berkembang dan bertahan membangun masyarakat Islam sesuai dengan yang dicita-citakan.

Terkait pandemi Covid-19 yang sedang terjadi Dulmusrid, mengajak seluruh kekuatan bangsa terutama Muhammadiyah membantu menyelesaikannya. 

"Hadirkan dakwah yang mencerahkan, mari segala ikhtiar kita lakukan dalam menyelesaikan pandemi ini," kata Dulmusrid.

Sebelumnya Ketua Cabang Muhammadiyah Gunung Meriah, Mu'adz Vohry mengatakan, kekompakan dan keikhlasan merupakan penggerak perserikatan.  

Termasuk saat perehaban asrama putra sumbangan dari warga Muhammadiyah terus masuk.

"Bagi yang tidak punya uang bawa sapu, sampai banyak sapu karena itu mampunya," ujar Mu'adz.

Kedati demikian, tetap masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi.

Terutama biaya operasional sehari-hari panti asuhan yang menampung yatim piatu usia tujuh sampai 14 tahun atau SD dan SMA. 

"Kami tidak boleh bertolak pinggang atau bungkuk terhadap pemerintah. Namun jika hendak membantu kami persilahkan," tukasnya. (Diskominfo)

Baca juga: Ketua DPRK Lhokseumawe Terima DAN II Kehormatan KKI Nasional 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved