Selasa, 21 April 2026

Kesehatan

Ternyata, Olahraga Pagi Punya Manfaat Tak Terduga, Dapat Turunkan Risiko Kena Kanker

Siapa sangka, olahraga pagi ternyata bisa lebih bermanfaat ketimbang olahraga di sore hari.

Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
ILUSTRASI - Personel Polres Bener Meriah menggalakkan olahraga pagi usai pelaksanaan apel pagi di halaman mapolres setempat, Selasa (20/10/2020).   

Siapa sangka, olahraga pagi ternyata bisa lebih bermanfaat ketimbang olahraga di sore hari.

SERAMBINEWS.COM - Isi kegiatan sehari-hari salah satunya juga rajin berolahraga.

Siapa sangka, olahraga pagi ternyata bisa lebih bermanfaat ketimbang olahraga di sore hari.

Olahraga di pagi hari dipercaya dapat menurunkan risiko terkena kanker.

Penelitian baru menunjukkan, orang yang berolahraga di pagi hari kemungkinan memiliki risiko terkena berbagai jenis kanker yang lebih rendah daripada mereka yang olahraga sore.

Baca juga: Tips Kecantikan, Tak Cukup Pakai Es Batu, Ini Cara Mengatasi Kulit Wajah dengan Pori-pori Besar

Baca juga: Jadwal Kerjanya Super Padat, Raffi Ahmad Istirahat hanya 4 Jam Sehari

Baca juga: Keutamaan Sholat Dhuha, Ustadz Abdul Somad Sebut Waktu yang Tepat Melaksanakannya

Mengingat banyaknya orang yang mengidap kanker, perubahan sekecil apapun, termasuk perubahan waktu seseorang untuk berolahraga, dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengurangi dampak kanker di seluruh populasi.

Menurut penelitian yang telah dipublikasikan dalam International Journal of Cancer ini, meningkatkan aktivitas fisik dan mengoptimalkan saat paling efektif bisa menjadi cara yang memungkinkan untuk mengurangi prevalensi kanker di masyarakat.

Bukti lain dari penelitian ini adalah, bahwa ritme sirkadian seseorang mungkin terkait dengan peluang mereka terkena kanker.

Ritme sirkadian mengacu pada proses biologis yang memengaruhi siklus tidur dan bangun seseorang.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker telah mengklasifikasikan tingkat bukti yang menghubungkan kerja shift malam yang mengganggu ritme sirkadian seseorang dengan kemungkinan kanker pada manusia.

Secara khusus, para peneliti telah mengaitkan kerja shift malam dengan peningkatan risiko kanker payudara. Sedangkan pada kanker prostat masih belum terbukti jelas.

Di sisi lain, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga juga memiliki hubungan dengan ritme sirkadian seseorang.

Menurut penelitian tahun 2019, berolahraga di siang hari dapat membantu meningkatkan ritme sirkadian seseorang dan mengurangi efek buruk dari pola tidur yang terganggu.

Mengingat bahwa olahraga berpotensi mengurangi risiko kanker dan meningkatkan ritme sirkadian, sementara ritme sirkadian yang terganggu dapat meningkatkan risiko kanker, penulis penelitian baru berhipotesis bahwa waktu aktivitas fisik dapat memengaruhi risiko kanker.

Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti di balik penelitian ini menganalisis data dari 2.795 partisipan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved