Minggu, 12 April 2026

Internasional

Pemerintah Ethiopia Perintahkan Penangkapan 76 Perwira Militer Tigray

Pemerintah Ethiopia telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 76 perwira militer yang dituduh terkait dengan Front Pembebasan Rakyat

Editor: M Nur Pakar
AFP/Ebrahim HAMID
Seorang pengungsi Ethiopia yang melarikan diri dari pertempuran di Provinsi Tigray berjalan menggendong anaknya di kamp Um Rakuba, Provinsi Gedaref, timur Sudan, Rabu (18/11/2020) 

SERAMBINEWS.COM, ADDIS ABABA - Pemerintah Ethiopia telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 76 perwira militer yang dituduh terkait dengan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Pasukan yang setia kepada partai itu sedang melawan pemerintah di wilayah Tigray yang bergolak.

Perdana Menteri Ethiopia mengatakan tentaranya sedang bergerak maju ke ibu kotanya, Mekelle.

Ratusan orang dilaporkan tewas dan puluhan ribu orang telah meninggalkan daerah itu setelah bentrokan selama dua minggu.

Memverifikasi informasi dari Tigray sulit karena sebagian besar komunikasi mati.

Baca juga: PM Ethiopia Abiy Ahmed Keluarkan Ultimatum ke Pemberontak Tigray, Waktunya Sudah Habis

Konflik tersebut berakar pada ketegangan berkepanjangan antara partai regional yang kuat, TPLF, dan pemerintah pusat Ethiopia.

Ketika Perdana Menteri Abiy Ahmed menunda pemilihan nasional karena virus corona pada Juni 2020.

Ketegangan langsung meningkat di antara kedua kelompok tersebut.

TPLF melihat pemerintah pusat tidak sah, dengan alasan Abiy tidak lagi memiliki mandat untuk memimpin negara.

Pemerintah menuduh TPLF menyerang pangkalan militer untuk mencuri senjata, yang dibantah TPLF.

Baca juga: PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan Sedang Berlangsung di Ethiopia

Sebagai tanggapan, Abiy memerintahkan serangan militer, menuduh TPLF melakukan pengkhianatan.

Pada Rabu (18/11/2020) polisi federal mengumumkan surat perintah penangkapan untuk 76 perwira militer.

Beberapa di antaranya dilaporkan telah pensiun.

Mereka dituduh berkonspirasi dengan TPLF dan melakukan makar, menurut kantor berita AFP.

Berbicara kepada BBC, Billene Seyoum, juru bicara Perdana Menteri Abiy Ahmed membantah laporan ditangkap atas dasar etnis mereka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved