Belajar Mengajar Tatap Muka Secara Umum Dimulai Januari 2021, KPAI Minta Guru dan Siswa Dites Swab
Dirinya meminta sinergi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan serta Satuan Tugas Covid-19 di daerah diperkuat untuk penerapan protokol
Dirinya meminta sinergi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan serta Satuan Tugas Covid-19 di daerah diperkuat untuk penerapan protokol kesehatan.
SERAMBINEWS.COM - Secara umum proses belajar mengajar (PBM) dijadwalkan pada Januari 2021.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat fokus kepada persiapan infrastruktur dan penerapan protokol kesehatan, saat penerapan pembelajaran tatap muka.
Dirinya meminta sinergi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan serta Satuan Tugas Covid-19 di daerah diperkuat untuk penerapan protokol kesehatan.
"Jika sekolah belum mampu memenuhi infrastruktur dan protokol atau SOP, maka tunda dulu buka sekolah," ujar Retno melalui keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).
Menurutnya, pemerintah harus mulai mengarahkan politik anggaran untuk sektor pendidikan.
Terutama persiapan infrastruktur pembukaan sekolah, demi mencegah penyebaran virus corona.
Baca juga: Kesal Diajak Berhubungan Sesama Jenis, Juan Pukul Korban Pakai Knalpot Motor dan Batu
Baca juga: Idap Bipolar Disorder, Begini Cara Marshanda Hukum Dirinya Sendiri Jika Melakukan Kesalahan
Baca juga: Pulang Yasinan, Suami Histeris Temukan Istri Tewas Terbunuh di Dalam Rumah
Retno mengatakan penyiapan infrastruktur adaptasi kebiasaan baru AKB di sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Dirinya meminta pemerintah daerah maupun melakukan tes swab kepada pendidik dan siswa.
"KPAI mendorong tes swab bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dengan biaya dari APBD dan APBN sebelum memulai pembelajaran tatap muka di sekolah.
Tes swab untuk peserta didik dapat dilakukan secara acak, namun biayanya juga dibebankan pada APBD dan APBN tahun anggaran 2020/2021," tutur Retno.
Selain itu, Retno meminta pembukaan sekolah didasarkan kepada kesiapan semua pihak.
KPAI juga mendesak Dinas Pendidikan memerintahkan kepada seluruh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di level sekolah untuk memilih materi-materi yang akan diberikan saat pembelajaran tatap muka dan jarak jauh.
"KPAI meminta Daerah dan sekolah untuk tidak langsung pembelajaran tatap muka dengan separuh jumlah siswa, tetap disarankan untuk memulai ujicoba dengan sepertiga siswa," tutur Retno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kpai_20180104_102726.jpg)