Berita Lhokseumawe
Fakta Terduga Penyelundupan Diperintah dari Malaysia, Jemput Rohingya di Lhokseumawe, Dibayar Segini
Dua terduga pelaku percobaan penyelundupan manusia berhasil ditangkap TNI saat berusaha membawa kabur belasan wanita Rohingya dari...
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dua terduga pelaku percobaan penyelundupan manusia berhasil ditangkap TNI saat berusaha membawa kabur belasan wanita Rohingya dari Kamp bekas Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat (20/11/2020) dihihari.
Saat diinterogasi, DA (25) asal Kelurahan Kota Matsum IV Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara mengaku, pada 17 November 2020, dihubungi EM seorang perempuan asal Kerinci Riau yang saat ini bekerja di Malaysia.
Pada hari itu juga, DA dikirim uang Rp 500 ribu oleh EM dan langsung berangkat ke Lhokseumawe menggunakan angutan umum Bus. Pada 18 November DA di kota Lhokseumawe untuk mencari tahu lokasi kamp Rohingya.
Setelah mendapat informasi, DA berangkat ke rumah saudaranya di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Pada tanggal 19 November, pria itu kembali dihubungi EM, dan diminta kembali ke Lhokseumawe. DA merental sebuah mobil dan berangkat bersama sopir JR.
Diperjalanan EM mengirim nomor kontak seoran agen Rohingya yang berada di dalam Kamp.
“DA dan JR kita ciduk saat sedang menunggu Rohingya di pinggir jalan Simpang Kandang, kira-kira 400 meter dari Kamp BLK. Saat ini kita sedang menyelidiki terkait wanita EM, kemungkinan wanita tersebut bagian dari sindikat TPPO,” jelas Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto, kepada Serambinews.com, Jumat (20/11/2020).
Dijelaskan juga berdasarkan pengakuan pelaku Za (20), Rohingya yang saat ini tinggal di Hotel Pelangi di Medan, Sumatera Utara. Katanya pada 19 September lalu ia berangkat ke Lhokseumawe dengan bus. tiba di Lhokseumawe ia berkelililing dengan becak motor hingga ke Kamp pengungsi.
“Za mengaku disuruh Abdul Hamid, Rohingya di Malaysia untuk menjemput 2 orang Rohingya di Lhokseumawe.
Bila berhasil dirinya akan di beri upah Rp 2 juta per Rohingya. Ia hanya bertugas membawa dua Rohingya tersebut sampai ke Medan,” jelas Dandim.
Rohingya itu juga mengaku, untuk sampai ke Lhokseumawe ia menggunakan uang yang diberikan pihak UNHCR sebesar Rp 1,2 juta. Uang itu adalah jatah dana yang diberikan badan dibawah PBB tersebut setiap bulannya.
“Ini temuan baru kita dan akan kita selidiki para Rohingya yang menyuruh membawa kabur pengungsi di BLK. Untuk lima orang lain yang sempat kita ciduk pada malam itu juga sedang kita periksa secara intensif, apakah terlibat atau tidak akan kita lihat nanti,” pungkasnya.(*)
Baca juga: PBB Persiapkan Kemungkinan 200.000 Pengungsi Ethiopia di Sudan, 32.000 Orang Telah Lari dari Tigray
Baca juga: Pendaftaran Permohonan Bantuan BPUM Ditutup, Langsa 18.866 Berkas UMKM, Begini Proses Selanjutnya
Baca juga: Sebar Foto Syur Pacar ABG di Facebook, Aksi Pria Nagan Raya Ini Berakhir di Pengadilan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tiga-terduga-penyeludupan-14-wanita-rohingya.jpg)