Internasional

IBM Minta Maaf Seusai Memecat Wanita Transgender 52 Tahun Lalu

Lynn Conway, seorang insinyur komputer yang menjanjikan di IBM di Sunnyvale, California, AS dipecat pada Agustus 1968.

Editor: M Nur Pakar
Logo Perusahaan IBM 

Bagi ilmuwan gay dan transgender serta teman-teman Conway, permintaan maaf, meski terlambat, adalah validasi atas pekerjaan yang dia dan orang lain di komunitas telah sumbangkan ke bidang sains dan teknologi.

Permintaan maaf tersebut, yang dilansir Forbes, dilakukan empat bulan setelah Mahkamah Agung memutuskan seseorang tidak dapat dipecat karena menjadi gay atau transgender.

Rochelle Diamond, seorang ilmuwan di California Institute of Technology yang berteman dengan Conway, mengatakan dia mengetahui permintaan maaf pada 20 November 2020.

Bertepatan dengan Hari Peringatan Transgender tahunan, untuk menghormati Rita Hester, seorang wanita transgender yang ditikam hingga meninggal. pada 1998.

“Ini penting bagi kami,” kata Diamond, yang juga pensiunan Ketua Organisasi Nasional Ilmuwan Gay dan Lesbian dan Profesional Teknis.

“Itu alasan lain mengapa kita perlu mengingat dan mengingat semua orang yang telah meninggal karena mereka trans dan untuk mendorong orang trans menjadi diri mereka sendiri," tambahnya.

Christine Burns, yang berteman dengan Conway, mengatakan tidak pernah menunjukkan kepahitan tentang cara dia dipecat, tetapi permintaan maaf itu pasti menyembuhkan.

"Tidak ada yang bisa mengalahkan permintaan maaf yang tegas atas pembenaran dan penutupan," kata Burns, pensiunan spesialis IT Inggris yang mengedit "Trans Britain: Our Journey from the Shadows".

Conway dipekerjakan di IBM pada tahun 1964, tepat setelah lulus dari Fakultas Teknik dan Sains Terapan Universitas Columbia.

"Itu adalah era keemasan dalam penelitian komputer, saat terobosan mendasar dibuat di garis depan yang luas," tulisnya.

Conway berada di ambang terobosan seperti itu, bekerja dalam tim arsitektur dari sebuah proyek yang berpusat pada pembuatan komputer yang akan bekerja dengan kecepatan tinggi ketika mulai menjalani perawatan medis.

Pada awal 1968, dia memberi tahu seorang supervisor melakukan transisi gender untuk menyelesaikan situasi eksistensial yang mengerikan yang dia hadapi sejak kecil, tulisnya.

Atasan ingin dia tetap di perusahaan dan membuat rencana:

Dia akan mengambil cuti dari IBM, menyelesaikan transisinya dan kembali sebagai karyawan baru dengan identitas baru, kata Conway.

Tetapi para eksekutif perusahaan khawatir, katanya.

Baca juga: Mabes Polri Tegaskan LGBT Langgar Kode Etik Profesi, Anggota Penyuka Sesama Jenis Siap Ditindak

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved