Berita Lhokseumawe
Hasil Uji Kebisingan PLTMG 2 Arun Sudah Ada, Begini Penjelasan DLHK Lhokseumawe
Namun begitu, sampai dengan Selasa (24/11/2020), pihak DLH Lhokseumawe mengaku belum mengetahui apakah hasilnya melebihi ambang batas atau tidak.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Uji tingkat kebisingan dan getaran yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe bersama tim Surveyor Indonesia pada mesin PLTMG Arun 2 dilaporkan sudah keluar.
Namun begitu, sampai dengan Selasa (24/11/2020) hari ini, pihak DLH Lhokseumawe mengaku belum mengetahui apakah hasilnya melebihi ambang batas atau tidak. Alasannya, belum ada pemaparan dari tim Surveyor Indonesia.
Sebagaimana diketàhui, pada 8-9 November 2020, DLH Kota Lhokseumawe bersama tim Surveyor Indonesia melakukan pengujian terhadap tingkat kebisingan dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin PLTMG Arun 2 di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Langkah ini dilakukan memyusul adanya laporan masyarakat terkait kebisingan dan getaran yang ditimbulkan dari mesin PLTMG Arun tersebut.
Walaupun dasarnya sebelum dilakukan pengujian tersebut, pihak PLTMG Arun 2 sudah menyampaikan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup danRencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL-RPL) semester 1 tahun 2020.
Baca juga: Sopir Ambulans Meninggal Setelah Antar Pasien Covid-19, Sempat Heboh di Media Sosial
Baca juga: Jalan Subulussalam-Medan Rawan Longsor dan Pohon Tumbang, Ini Langkah Antisipasi PJN Wilayah II
Baca juga: Nagan Raya akan Tutup Posko Covid-19 di Perbatasan
Namun laporan yang disampaikan pihak PLTMG Arun 2 itu tidak mengakomodir tuntutan masyarakat Meuria Paloh, karena tidak melakukan analisa terhadap parameter getaran.
Kepala DLH Kota Lhokseumawe, Dedi Irfansyah yang sempat dihubungi Serambinews.com berulangkali, akhirnya mau memberi keterangan dan membenarkan kalau dasarnya hasil uji getaran dan kebisingan sudah keluar.
Menurutnya, kepastian sudah keluar hasil uji tersebut setelah tim Surveyor Indonesia menghubungi pihaknya.
"Tim Surveyor Indonesia menghubungi kita via telepon dan meminta waktu untuk melakukan presentasi terhadap hasil uji tersebut," ujarnya.
"Jadi dikarenakan belum ada presentasi dari tim Surveyor Indonesia, kita belum tahu hasil dari uji tersebut," papar Dedi Irfansyah.
Baca juga: Menangkan Pilpres Amerika Serikat, Ini Calon Menteri Kabinet Joe Biden
Baca juga: Kelompok Nelayan di Simeulue Terima Bantuan Bibit Ikan dan Alat Tangkap
Baca juga: Gantikan Idham Azis, 14 Perwira Polri Berpeluang jadi Kapolri, Ada Mantan Ajudan Jokowi
Sehingga ditargetkan, sekitar dua hari ke depan, akan dilakukan presentasi dengan menghadirkan semua pihak terkait.(*)