Berita Subulussalam
Jalan Subulussalam-Medan Rawan Longsor dan Pohon Tumbang, Ini Langkah Antisipasi PJN Wilayah II
Hal ini menyusul cuaca ekstrem berupa hujan deras dan terkadang disertai angin kencang yang terus melanda kawasan Kota Subulussalam.
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - PPK 13 Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi bencana alam berupa longsor dan pohon tumbang di Jalan Nasional Subulussalam-Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Hal ini menyusul cuaca ekstrem berupa hujan deras dan terkadang disertai angin kencang yang terus melanda kawasan Kota Subulussalam dalam beberapa hari terakhir, terutama pada sore dan malam hari.
“Kami mengantisipasi longsor dengan menyiagakankan alat berat yang siap turun di saat terjadi bencana alam, apakah longsor atau pohon tumbang,” kata Iwan, Kepala PPK 13 Satker PJN Wilayan II KemenPUPR kepada Serambinews.com, Selasa (24/11/2020).
Dia membenarkan, bahwa kondisi Kota Subulussalam yang terus dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang.
Kondisi cuaca yang ekstrem ini, papar Iwan, membuat jalur lintas Aceh-Medan, Sumatera Utara via Kota Subulussalam rawan longsor.
Baca juga: Menangkan Pilpres Amerika Serikat, Ini Calon Menteri Kabinet Joe Biden
Baca juga: Kelompok Nelayan di Simeulue Terima Bantuan Bibit Ikan dan Alat Tangkap
Baca juga: Gantikan Idham Azis, 14 Perwira Polri Berpeluang jadi Kapolri, Ada Mantan Ajudan Jokowi
Disebutkannya, ada beberapa titik bukit yang rawan longsor dan bisa menimbun jalan serta sejumlah wilayah lintasan jalur nasional menjadi langganan banjir.
Terkait dengan kondisi seperti itu, Iwan mengimbau, warga Aceh yang melakukan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara via lintasan Subulussalam untuk lebih waspada tanah longsor yang kerap terjadi secara tiba-tiba di jalur tersebut.
Pasalnya, ada belasan kilometer jalan sejak dari Desa Jontor dan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, hingga ke Kabupaten Pakpak Bharat, Sumut rawan bencana longsor.
Hal itu lantaran sepanjang jalan berada di lereng pebukitan dan tanahnya labil. Sementara di sisi sebelah kanan arah Medan terdapat jurang dengan kedalaman puluhan meter.
Para pengendara diingatkan agar berhati-hati karena jalur ini sangat rawan longsor, terutama di musim penghujan seperti sekarang ini.
Baca juga: Agar Lebih Efektif, Abusyik Segera Fungsikan Satgas Covid-19 yang Tersebar di 730 Gampong
Baca juga: Warga Lhokseumawe Terpapar Corona Capai 325 Orang, 14 Pasien Meninggal Dunia
Baca juga: Update Corona Hari Ini, Kasus Suspek Covid-19 di Lhokseumawe Bertambah 3 Orang, Totalnya 254 Orang
Pengendara sebaiknya menghentikan perjalanan bila terjadi hujan dan angin kencang karena selain longsor, juga rawan pohon tumbang.
”Kalau cuaca begini sebaiknya warga yang sedang melakukan perjalanan dari Aceh ke Medan atau sebaliknya, agar berhati-hati saat melintas di kawasan Lae Ikan-Pakpak Bharat karena sangat rawan longsor, apalagi musim hujan seperti sekarang,” imbau Iwan.(*)