Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Insinyur Pesawat Berubah Jadi Petani, Terjebak di Kerala Saat Lockdown Diumumkan Pemerintah India

Seorang insinyur pesawat berusia 22 tahun yang tinggal di Dubai, Zachariah sedang mengunjungi negara bagian Kerala India untuk menghadiri pernikahan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Insinyur pesawat berusia 22 tahun yang tinggal di Dubai, Zachariah berpose dengan kebunnya di Kerala India, Selasa (24/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, KERALA - Seorang insinyur pesawat berusia 22 tahun yang tinggal di Dubai, Zachariah sedang mengunjungi negara bagian Kerala India untuk menghadiri pernikahan keluarganya.

Tetapi, saat itu bertepatan dengan penguncian diumumkan.

“Saat itulah saya tersadar. ... Apa yang akan terjadi?" tanyanya.

“Kamu tahu, bagaimana kita akan memberi makan diri kita sendiri?”

Rak-rak toko sedang mengosongkan dan pembibitan tanaman ditutup.

Sehingga, Zachariah dan ayahnya mengumpulkan benih dari buah dan sayuran apapun yang dapat mereka temukan di toko bahan makanan.

Kemudian, menanamnya di sebidang tanah keluarga mereka.

Kelapa, nangka, dan rambutan, buah yang mirip leci, sudah tumbuh di sana.

Baca juga: Petani di 19 Desa Pedalaman Leuser Menjerit, Ruas Jalan belum Diaspal, Hasil Panen ulit Diangkut

Dilansir AP, Selasa (24/11/2020), melalui video YouTube dan teknik yang diturunkan kakek Zachariah kepada ayahnya sebagai pemandu, mereka memulai sebuah kebun.

Akhirnya mampu membantu memberi makan 20 keluarga selama pandemi virus Corona.

“Kami mulai mengajari orang lain cara menanam tanaman mereka sendiri, sehingga setiap orang dapat memiliki tanaman yang tumbuh di tanah,” katanya.

Iklim tropis Kerala, kata dia, memberikan banyak hujan dan matahari, membuat pertanian relatif lepas tangan hingga saat panen.

Gaya bertani laissez-faire itu selaras dengan minat Zachariah yang semakin meningkat dalam permakultur.

Sebuah gerakan yang mempromosikan bekerja dengan alam, alih-alih memaksakan kehendak manusia pada tanah.

Zachariah mengatakan dia belajar teknik permakultur dengan menonton video YouTube dan mendengarkan pelajaran yang diturunkan ayahnya dari kakeknya, yang pernah memiliki sawah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved