Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Tenggara

Petani di 19 Desa Pedalaman Leuser "Menjerit", Ruas Jalan belum Diaspal, Hasil Panen ulit Diangkut

Dari 23 desa,19 desa di lintasan Jalan Provinsi yang berada di Kawasan pedalaman Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, rusak parah....

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Petani di kawasan Bukit Bintang Indah, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, melangsir hasil panen karena jalan rusak sehingga truk angkutan tidak dapat melintas. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE  -  Dari 23 desa,19 desa di lintasan Jalan Provinsi yang berada di Kawasan pedalaman Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, rusak parah.

Kondisi jalan belum miliki  aspal, berlubang-lubang seperti kubangan kerbau, amblas dan berlumpur.   Sementara itu, empat desa telah diaspal.

Adapun 19 desa yang belum diaspal dan kondisi rusak parah  yakni Bukit Bintang Indah, Kompas, Permata Musara, Lawe Tawar, Gunung Pakpak, Tuah Kekhine, Lawe Sekhakut, Bunbun Alas, Bunbun Indah, Suka Damai, Naga Timbul, Gaye Sendah, Sepakat, Punce Nali, Sade Ate, Arih Mejile, Tunas Mude, Desa Harapan dan Ukhat Peseluk.

Kondisi  jalan rusak dan belum aspal dan masih jalan status buka badan jalan. Ini membuat kawasan pedalaman Leuser semakin sulit diakses menggunakan sepeda motor maupun mobil khususnya disaat musim penghujan.

"Hampir setiap desa di 19 desa kalau hujan kami enggak bisa pulang dan sepeda motor diletakan di jalan dan terkadang kami numpang tidur di rumah warga," ujar Camat Leuser,  Mustapa Kamal  kepada Serambinews.com, Senin (23/11/2020).

Kata dia, di Kecamatan Leuser dari 23 desa yang telah memiliki aspal permanen hanya empat desa yakni di Desa Kampung Gayo, Bukit Alga Musara, Bukit Meriah, Tanjung Sari, dan Kande Mende.

Penghasilan masyarakat di Kecamatan Leuser mayoritas petani yang menanam tanaman jagung, sawit, cokelat, kemiri dan komoditi lainnya.

Akibat faktor jalan yang rusak sehingga hasil panen petani ini sulit diangkut sehingga Leuser menjadi terisolir. Terkadang ketika musim penghujan hasil panen petani tidak bisa dibawa pulang untuk dipasarkan.

Menurut dia, jalan Permata Musara, Bukit Bintang Indah dan jalan desa lainnya sangat diharapkan perhatian Dinas PUPR Aceh untuk membebaskan rakyat pedalaman Leuser dari terisolir  dan juga dua jembatan di Bukit Bintang Indah sangat kritis dan terancam amblas akibat terkikis banjir.

Akibat kondisi jalan dan jembatan seperti ini, hasil pertanian milik petani terpaksa dilangsir karena tidak bisa melintas mobil berbadan lebar.

Masyarakat di Kecamatan Leuser mengharapkan pembangunan jalan di kawasan pedalaman Leuser menjadi prioritas, karena 80 persen masyarakat di Kecamatan Leuser sebagai petani.(*)

Baca juga: 2.000 Santri Aceh Utara akan Terima Bea Siswa, Begini Proses Pendataan dan Penyalurannya

Baca juga: Dosen Unimal Ajari Ibu-ibu Olah Dendeng Berbahan Baku Ikan Bandeng

Baca juga: VIDEO Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat di Pendalaman Pidie

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved