Rabu, 29 April 2026

Internasional

Palestina Kecam Menlu AS, Protes Pelabelan Buatan Israel Atas Pemukiman Yahudi

Pemerintah Palestina, Selasa (24/11/2020) mengecam keras Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo.

Editor: M Nur Pakar
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Demonstran Palestina berdebat dengan tentara Israel selama protes terhadap pemukiman Yahudi di Lembah Jordania, Tepi Barat, Selasa (24/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Pemerintah Palestina, Selasa (24/11/2020) mengecam keras Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo.

Baru-barui ini, Mike Pompeo mengunjungi pemukiman Israel di Tepi Barat, Palestina.

Pernyataan itu termasuk langkah untuk mengizinkan produk yang dibuat di wilayah pendudukan diberi label "Buatan Israel".

Sebuah kontradiksi yang jelas dengan resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini dan upaya Uni Eropa untuk menolak pelabelan tersebut.

Nasser Al-Kiddwa, mantan utusan Palestina untuk PBB kepada Arab News, Selasa (24/11/2020) mengatakan upaya AS berbahaya, meskipun tidak efektif.

“Ini langkah yang berbahaya, meski tidak banyak berpengaruh dan bisa dibalik,” katanya.

Dalam komentar kasar, Al-Kiddwa mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump ingin membantu Israel dan pemukiman.

Dikatakan upaya negara tersebut merupakan bantuan ke Israel untuk melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina.

Baca juga: Rakyat Palestina Marah, Hubungan dengan Israel Kembali Dibuka

"Tim Trump terus mendukung pemukiman, tindakan mereka membuat AS menjadi kaki tangan dalam kejahatan perang," katanya.

Al-Kiddwa mengatakan pernyataan Pompeo melanggar Resolusi Dewan PBB 2334.

Yang menyerukan pembedaan antara Tepi Barat dan Israel.

Dia mengatakan itu juga merupakan pelanggaran nyata terhadap Konvensi ke-4 Jenewa

Jamal Dajani, seorang dosen di Universitas Negeri San Francisco, mengatakan pemerintahan Trump tidak mengakui kenyataan di lapangan.

Melainkan menciptakan realitas fiktifnya sendiri dengan menerapkan visi pemukim-kolonial Benjamin Netanyahu.

Dajani, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur komunikasi dan media strategis di kantor perdana menteri Palestina, mengatakan realitas sebenarnya di lapangan adalah Area C di Tepi Barat adalah wilayah pendudukan yang diakui secara internasional.

Dia menambahkan kehadiran pemukiman kolonial Israel di wilayah tersebut merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved