Sabtu, 11 April 2026

Internasional

India Cegah Jihad Cinta, Larang Pindah Agama Melalui Pernikahan

Partai Nasionalis Hindu yang berkuasa di India telah menyetujui Undang-Undang negara bagian melarang pindah agama melalui pernikahan.

Editor: M Nur Pakar
AFP/NARINDER NANU
Pengantin pria (tengah) di atas kuda bersama para tamu mengikuti prosesi pernikahan di luar hotel di Amritsar, India, Rabu (25/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Partai Nasionalis Hindu yang berkuasa di India telah menyetujui Undang-Undang negara bagian melarang pindah agama melalui pernikahan.

Bagi siapapun yang melanggar akan diberi hukuman 10 tahun penjara

Keputusan untuk negara bagian Uttar Pradesh itu disahkan pada Selasa (24/11/2020).

Seusai kampanye Partai Bharatiya Janata yang nasionalis Hindu oleh Perdana Menteri India Narendra Modi menentang pernikahan beda agama.

Partai tersebut menggambarkan pernikahan seperti itu sebagai jihad cinta.

Sebuah teori konspirasi yang tidak terbukti yang digunakan oleh para pemimpinnya.

Baca juga: Insinyur Pesawat Berubah Jadi Petani, Terjebak di Kerala Saat Lockdown Diumumkan Pemerintah India

Dan kelompok garis keras Hindu untuk menuduh pria Muslim mengubah wanita Hindu melalui pernikahan.

Di bawah keputusan tersebut yang akan menjadi undang-undang setelah disetujui oleh gubernur negara bagian.

Sebuah formalitas bagi pasangan dari dua agama yang berbeda harus memberikan pemberitahuan dua bulan kepada hakim distrik sebelum menikah.

Pasangan itu akan diizinkan untuk menikah hanya jika pejabat tersebut tidak menemukan keberatan.

Menteri Memerintah Uttar Pradesh Siddharth, Nath Singh mengatakan hukuman penjara hingga 10 tahun akan menghentikan perpindahan agama dan memberikan keadilan bagi wanita, lansir AP, Rabu (25/11/2020).

Uttar Pradesh adalah negara bagian India ketiga yang diperintah oleh partai Modi setelah Haryana dan Madhya Pradesh untuk menyetujui undang-undang semacam itu.

Baca juga: Pria Inggris Bantu Orang Miskin India, Digigit Ular Kobra, Mengalami Kelumpuhan dan Kebutaan

Sebelumnya, pemimpin tertinggi negara bagian itu, Yogi Aditynatah, seorang biksu Hindu, mengatakan pada pertemuan publik.

Bahwa mereka yang melakukan "jihad cinta" harus menahan diri atau bersiap untuk mati.

Di tengah meningkatnya nasionalisme Hindu di India di bawah Modi, kelompok garis keras Hindu telah lama menuduh minoritas Muslim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved