Berita Jakarta
Mantan Wagub Muhammad Nazar Kunjungi Mantan Gubernur Aceh Irwandi di LP Sukamiskin
"Kunjungan seorang sahabat kepada sahabatnya," jawab Muhammad Nazar, yang memanggil Irwandi Yusuf dengan panggilan Bang Gub.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Nurul Hayati
"Kunjungan seorang sahabat kepada sahabatnya," jawab Muhammad Nazar, yang memanggil Irwandi Yusuf dengan panggilan Bang Gub.
Laporan Fikar W Eda| Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mantan wakil gubernur Aceh, H Muhammad Nazar yang juga ketua umum Partai SIRA, melakukan kunjungan silaturrahmi kepada mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di LP Suka Miskin, Bandung Jawa Barat, Rabu (25/11/2020).
Muhammad Nazar membenarkan, kunjungannya tersebut saat dikonfirmasi Serambinews.com.
"Kunjungan seorang sahabat kepada sahabatnya," jawab Muhammad Nazar, yang memanggil Irwandi Yusuf dengan panggilan Bang Gub.
Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar adalah pasangan pemimpin Aceh periode 2007-2012.
Keduanya adalah gubernur dan wagub Aceh pasca MoU Helsinki.
Sejak Irwandi ditahan, baru ini Nazar sempat mengunjungi Irwandi Yusuf.
Baca juga: Dijanjikan Uang Banyak, Pelajar SMP Malah Jadi Korban Prostitusi Online
Dengan menjalankan prosedur pencegahan Covid-19, seperti penggunaan masker dan duduk di tempat yang sudah disiapkan dengan menjaga jarak, tidak mengurangi nilai silaturahmi.
"Kita ikuti aturan yang berlaku di LP, " kata Nazar.
Selain prosedur pencegahan Covid19, Nazar dan dua kawannya juga menitipkan HP seluler pada petugas LP.
Sehingga, tidak dapat melakukan jepretan foto seperti normalnya di luar LP.
Sebagaimana diketahui, pembangunan Aceh paska damai berdasarkan MoU Helsinki 15 Agustus 2005, kepemimpinan Irwandi- Nazar dinilai paling sukses membangun dengan program-program inovatif, progresif, dan pro rakyat dibandingkan periode dan masa-masa setelah keduanya.
Meskipun pada masa Irwandi- Nazar, jumlah dana pembangunan APBA tidak sebanyak setelah periode pemerintahan keduanya.
Tetapi banyak pihak menilai, keduanya sangat berhasil mengendalikan keadaan transisi yang sangat riskan di masa-masa yang baru memasuki era damai Aceh.