Breaking News:

Nasib Libur Panjang Diputuskan Jumat Besok, Pengamat: Jika Diperpendek Merugikan Sektor Pariwisata

Pengamat ekonomi dari Indef Bima memprediksi, pemangkasan libur panjang akhir tahun akan berpengaruh terhadap penurunan tingkat konsumsi masyarakat.

Instagram/ @lesbellesnouvelles
Liburan ke Paris, Prancis 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan menentukan nasib pemangkasan Libur dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2020 pada Jumat (27/11/2020).

"Ya, Insya Allah," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat dikonfirmasi berkaitan dengan pengambilan keputusan pemangkasan libur dan cuti bersama akhir tahun, Jumat (26/11/2020).

Muhadjir mengatakan, dalam rapat Jumat akan memanggil tiga menteri teknis terkait libur panjang yang juga ikut menandatangani Surat Keputusan Bersama sebelumnya.

Menteri-menteri itu yakni Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzia, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo.

Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono mengatakan rapat yang rencananya digelar Jumat, masih merupakan rapat internal dengan pengambilan keputusan tanpa pengumuman.

Baca juga: Pasca Liburan dari NTT dengan Indra Priawan, Nikita Willy Bagikan Kabar Duka dari Orang Tercinta

Baca juga: Syahrini Liburan ke Pulau Kaliage, Pamer Kedekatan Bersama Keluarga Reino Barack

Baca juga: Begini Prakiraan Cuaca di Sebagian Aceh Selama Tiga Hari ke Depan, Asyik untuk Liburan

Hasil rapat kata dia, terlebih dahulu akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Besok masih rapat internal dipimpin Pak Menko dengan Menteri terkait. Jadi belum akan diputuskan. Tentu hasil rapat dan pertimbangan akan beliau laporkan kepada Bapak Presiden minggu depan," kata Agus. "Karena beliau yang mendapatkan arahan dari Bapak Presiden. Jadi semua harap bersabar, masih cukup waktunya," lanjutnya.

Sebelumnya, Jokowi memang meminta agar libur dan cuti bersama akhir tahun yang dimulai 24 Desember hingga 1 Januari itu dipangkas.

Hal ini lantaran setiap libur panjang, akan ada peningkatan jumlah positif Covid-19.

Terkait pemangkasan libur panjang, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bima Yudistira memprediksi pemangkasan libur panjang akhir tahun akan berpengaruh terhadap penurunan tingkat konsumsi masyarakat.

Halaman
12
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved