Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Pengakuan Pria yang Jemput Wanita Rohingya, Berhasil Dibayar Rp 2,5 Juta, Gagal Rp 1,5 juta 

"Tapi bila gagal, maka hanya dibayar satu juta setengah rupiah saja. Namun sampai sekarang (tadi siang), uang belum dikasih sedikit pun," katanya.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ SAIFUL BAHRI
Dua wanita Rohingya yang hendak melarikan diri saat masih diamankan di Makodim 0103 Aceh Utara, Kamis (26/11/2020). 

"Tapi bila gagal, maka hanya dibayar satu juta setengah rupiah saja. Namun sampai sekarang (tadi siang), uang belum dikasih sedikit pun," katanya.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Personel TNI jajaran Kodim 0103 Aceh Utara, kembali berhasil menggagalkan upaya pelarian dua wanita Rohingya yang sedang ditampung di gedung BLK Kamdang Kota Lhokseumawe, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Dimana pihak TNI juga berhasil mengamankan tiga pria yang diduga terlibat, dalam jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) wanita Rohingya.

Dua pria merupakan warga Langsa diduga sebagai penjemput, dan satu lagi pria Rohingya yang diduga sebagai penghubung.

Kedua warga Langsa yang diduga berperan menjemput wanita Rohingya, berinisal AH (53) dan MR (52).

Sedangkan pria Rohingya yang diduga sebagai penghubung adalah OF (18).

Lalu, dua wanita Rohingya yang berhasil diamankan kembali masing-masing berumur 18 tahun dan 19 tahun.

Baca juga: Personel Ditlantas Polda Aceh Bagi 350 Masker dan 150 Paket Sembako untuk Abang Becak

AH mengaku, kalau dirinya selama ini hanyalah sopir mobil rental.

Pada Rabu (25/11/2020), dirinya mendapatkan telepon dari kenalannya di Medan, Sumatera Utara, meminta untuk menjemput wanita Rohingya di Lhokseumawe.

Bila berhasil sampai di Medan, akan dibayar Rp 2,5 juta.

"Tapi bila gagal, maka hanya dibayar satu juta setengah rupiah saja. Namun sampai sekarang (tadi siang), uang belum dikasih sedikit pun," katanya.

Sedangkan pengakuan AH, sesuai pernyataan kenalannya di Sumatera Utara, wanita Rohingya yang akan dijemput tersebut memiliki paspor, tapi paspornya telah mati. 

Namun, sebelum berhasil membawa dua wanita Rohingya, dia pun berhasil diamankan personel Kodim 0103 Aceh Utara.

Sebelumnya,  Dandim 0103/Aut Letkol ARM Oke Kistiyanto SAP, melalui Pabungnya Mayor Cba Jumiin, menyebutkan, pengungkapan kasus ini berawal dari anggotanya sedang melakukan patroli di sekitar area gedung BLK.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved