Kamis, 11 Juni 2026

Luar Negeri

4 Dokter Dihukum Penjara, Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal dari Korban Kecelakaan di China

Enam orang termasuk 4 dokter dihukum penjara di China karena mengambil organ secara ilegal dari korban kecelakaan.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tribunnews.com
Ilustrasi Operasi 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Enam orang termasuk 4 dokter dihukum penjara di China karena mengambil organ secara ilegal dari korban kecelakaan.

Melansir dari South China Morning Post (SCMP) pada Jumat (27/11/2020), menyebutkan bahwa 3 dari 4 dokter tersebut adalah petugas pengadaan organ di rumah sakit masing-masing.

Pengadilan Menengah Rakyat di Bengpu, sebuah kota di provinsi Anhui, menyebutkan kelompok tersebut telah mengambil organ secara ilegal dari 11 pasien, antara 2017 dan 2018.

Atas perbuatan itu, pengadilan memutuskan hukuman penjara kepada kelompok tersebut antara 10 dan 28 bulan.

Menurut laporan lokal yang dikutip dari BBC pada Jumat (27/11/2020), kelompok pengambil organ itu telah menipu keluarga pasien meninggal dengan meyakinkan mereka bahwa sumbangan organ itu bersifat resmi.

Di China dilaporkan memang berada dalam situasi kekurangan organ yang sangat besar dan telah berjuang untuk memenuhi permintaan melalui sumbangan publik.

Media lokal mengatakan, kelompok perdagangan organ ilegal itu menargetkan korban kecelakaan mobil atau pasien yang menderita pendarahan otak di Rumah Sakit Rakyat Huaiyuan County di Anhui.

Mereka menegincari hati dan ginjal para korban.

Kepala unit perawatan intensif rumah sakit, Yang Suxun, akan mendekati anggota keluarga pasien dan menanyakan apakah mereka setuju untuk menyumbangkan organ dari orang yang mereka cintai.

Anggota keluarga akan menandatangani apa yang ternyata adalah formulir persetujuan palsu.

Pasien meninggal itu kemudian akan dibawa keluar dari rumah sakit di tengah malam.

Setelah itu, dimasukkan ke dalam mobil van yang dibuat agar terlihat seperti ambulans, di mana dokter akan mengeluarkan organnya.

Organ-organ itu kemudian akan dijual ke individu atau rumah sakit lain yang dihubungi oleh anggota jaringan perdagangan secara diam-diam, menurut laporan.

Mereka akhirnya ketahuan ketika putra salah satu korban menjadi curiga.

Baca juga: Presiden China Tetapkan Negerinya Sebagai Poros Perdagangan Bebas Global

Baca juga: Klinik Bersalin, Penculik dan Petugas Korup Jadi Perantara Perdagangan Bayi di Nairobi (Habis)

Beberapa bulan setelah kematian ibunya pada 2018, Shi Xianglin memeriksa kembali dokumen yang diterima keluarganya ketika mereka menyetujui donor organ.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved