Minggu, 19 April 2026

Internasional

Presiden China Tetapkan Negerinya Sebagai Poros Perdagangan Bebas Global

Presiden China Xi Jinping menetapkan negerinya titik poros perdagangan bebas global pada Kamis (19/11/2020)

Editor: M Nur Pakar
AFP/Nazri RAPAAI
Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato melalui pertemuan virtual selama KTT APEC CEO Dialogues 2020, di depan para pemimpin Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Kuala Lumpur, Malaysia Kamis (19/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Presiden China Xi Jinping menetapkan negerinya titik poros perdagangan bebas global pada Kamis (19/11/2020)

Dia bersumpah untuk tetap menjaga ekonomi negaranya berukuran super tetap terbuka.

Dia memperingatkan terhadap proteksionisme pada ekonomi global yang dihancurkan oleh pandemi Covid-19.

Didukung oleh penandatanganan pakta perdagangan terbesar di dunia pada akhir pekan.

Xi mengatakan Asia-Pasifik adalah cikal bakal pendorong pertumbuhan global di dunia yang dilanda berbagai tantangan, termasuk virus Corona.

Baca juga: Presiden China Akhirnya Beri Selamat ke Joe Biden, Sinyal Perubahan Kebijakan AS Yang Keras

Dilansir AFP, Xi bersumpah terbuka untuk berdagang dan menyangkal segala kemungkinan pemisahan ekonomi China.

Itu menjadi satu-satunya komentarnya yang mengacu pada kebijakan perdagangan yang bermusuhan.

Terutama dengan pemerintahan AS Donald Trump, yang telah menghantam China dengan tarif tinggi dan pembatasan teknologi.

Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), yang diadakan secara online tahun ini karena pandemi virus Corona, mempertemukan 21 negara Lingkar Pasifik.

Termasuk dua ekonomi terbesar dunia, menyumbang sekitar 60 persen dari PDB global.

Baca juga: Pria Uighur China Ditembak di Turki, Sempat Dipaksa Memberi Info Uighur Lainnya

Tidak segera jelas apakah Trump, yang terluka oleh kekalahan pemilihannya dari Joe Biden, akan mengambil bagian dalam KTT atau mengirim delegasi tingkat tinggi untuk menggantikannya.

Dalam pidato yang mengarah pada kemenangan atas ketahanan dan vitalitas ekonomi China setelah kembali dari virus, yang pertama kali muncul di pusat kota Wuhan.

Xi memperingatkan negara-negara yang bersikeras pada hambatan perdagangan akan menderita luka yang ditimbulkan sendiri.

"Keterbukaan memungkinkan suatu negara untuk bergerak maju, sementara pengasingan menahannya," katanya.

"China akan secara aktif bekerja sama dengan semua negara, wilayah, dan perusahaan yang ingin melakukannya," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved