Berita Aceh Tamiang
Air Hujan Merembes, Ruangan Baru SDN 1 Kualasimpang Butuh Perbaikan, Begini Kata Tim Pembangunan
Proses pengerjaan yang sudah rampung itu dinilai tidak sesuai standar karena menyisakan banyak celah yang membuat kondisi ruangan kerap banjir
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Proses pengerjaan yang sudah rampung itu dinilai tidak sesuai standar karena menyisakan banyak celah yang membuat kondisi ruangan kerap banjir saat musim hujan.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Komisi I DPRK Aceh Tamiang menyoroti kualitas revitalisasi lima ruangan SD Negeri 1 Kualasimpang.
Proses pengerjaan yang sudah rampung itu dinilai tidak sesuai standar karena menyisakan banyak celah yang membuat kondisi ruangan kerap banjir saat musim hujan.
"Ketika hujan, air selalu merembes, makanya semua ruangan tergenang air," kata Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan saat meninjau gedung sekolah ini, Jumat (27/11/2020).
Dia mengatakan sangat riskan jika tetap memfungsikan ruangan itu dalam kondisi penuh genangan air.
"Sangat bahaya untuk anak-anak, licin bisa jatuh yang berujung fatal," ucapnya.
Mirisnya kata dia, pengerjaan yang kurang baik itu juga berdampak pada satu ruangan lama yang berada persis di samping bangunan baru.
Baca juga: Suami Tikam Istri saat Shalat Tahajud, Korban Kritis Alami 13 Tusukan, Polisi Buru Pelaku yang Kabur
Baca juga: Setubuhi Anak di Bawah Umur, Tiga Pelaku Dicambuk Ratusan Kali
Baca juga: Mayat Pria 32 Tahun Hidup Kembali saat akan Disuntik Formalin, Keluarga Mengendus Praktik Ini
Proses penyambungan dua gedung itu meninggalkan celah sehingga ruangan lama ikut banjir.
Rembesan air ini juga menyebabkan jaringan listrik di ruangan baru itu terganggu.
"Menurut laporan setiap menghidupkan lampu, langsung putus bola lampunya. Kuat dugaan ini karena jaringan listrik yang ditanam ikut basah," jelasnya.
Politisi Gerindra ini melihat proses pembangunan terkesan kurang memperhatikan aspek lingkungan sekolah.
Hal ini didasari temuan lantai lapangan olahraga yang menyisakan bekas adukan semen dan tiang lama yang tidak dirubuhkan oleh rekanan.
"Kami berharap semua yang terbengkalai busa diselesaikan sebelum Januari, karena seluruah ruangan akan digunakan untuk belajar tatap muka. Harus ada tanggung jawab," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sdn-di-aceh-tamiang-tergenang-air.jpg)