Breaking News

Update Corona di Aceh Barat Daya

17 Pasien Suspek di Abdya Masih Isolasi, Kasus Baru Probable dan Positif  Covid-19 Tetap Nihil

Sebanyak 17 warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dicurigai gejala Covid-19, masih menjalani isolasi di rumah hingga Sabtu (28/11/2020)....

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
For: Serambinews.com
Kadinkes Abdya, Safliati SST MKes 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE –  Sebanyak 17 warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dicurigai gejala Covid-19, masih menjalani isolasi di rumah hingga Sabtu (28/11/2020).

Sedangkan kasus baru terkonfirmasi Positif Covid-19 dan Probable atau gejala Covid-19, sebelumnya disebut Pasien Dalam Perawatan (PDP), tidak ditemukan lagi kurun waktu 19 hari terakhir. 

Hal itu diketahui berdasarkan update data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Sabtu sore, pukul 17.00 WIB. 

Data suspek sebanyak 17 orang dengan keluhan Ispa (Inspeksi Saluran Penapasan Atas) yang menjalani isolasi di rumah, menurut Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes bertambah 11 orang dibandingkan dua hari sebelumnya sejumlah 6 orang.   

Dijelaskan bahwa total warga yang masuk data suspek 191 orang, namun 185 orang selesai menjalani isolasi di rumah dengan hasil tanpa keluhan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya itu lebih lanjut menjelaskan sangat melegakan kasus baru terkonfirmasi Positif Covid-19, termasuk Probable, sebelumnya dinamakan PDP, tidak ditemukan lagi di Abdya, kurun waktu 19 hari terakhir atau sejak 10 November lalu.

Baca juga: Pernah Disebut Menteri Segala Urusan, Ini Deretan 7 Posisi Menteri Pernah Dijabat Luhut B Pandjaitan

Kasus warga terkonfirmasi  Positif Covid-19, hasil pendataan sejak Maret lalu hingga Sabtu sore tetap tifak bertambah dari 90 orang. Dua pasien diantaranya masih dirawat di rumah sakit dan isolasi di rumah.  

Satu pasien positif Corona bernisial A (43), laki-laki warga Kecamatan Blangpidie, sudah menjalani isolasi di rumah sejak lima  hari lalu, setelah  dirawat di RSUTP Abdya.

Sedangkan satu pasien Positif Covid-19 lainnya, yaitu I (57) perempuan, juga  warga Kecamatan Blangpidie, masih dirawat di RSUZA Banda Aceh karena dilaporkan masih ada gejala.

“Pasien I menjalani rawatan di RSUZA selama 18 hari terakhir,” kata Safliati.

Sedangkan, 81 pasien Positif Covi-19 dinyatakan sembuh setelah dirawat dirwat di RSUZA Banda Aceh dan RSUTP Abdya, hasilnya tidak ada lagi gejala.

Sementara, tujuh  pasien Positif Covid-19 lainnya meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa dan 1 warga Kecamatan Lembah Sabil.

Masih berdasarkan update data terakhir Covid-19 Dinkes Abdya, Sabtu sore, bahwa 90 kasus Positif Covid-19 tersebar di sembilan kecamatan, sejak Babahrot sampai Lambah Sabil.

Jumlah kasus terbanyak di Kecamatan Blangpidie 46 orang, sebanyak 42 diantaranya sembuh setelah dirawat, 2 masih dirawat,  dan 2 meninggal dunia.

Disusul, Kecamatan Susoh 15 orang, namun seluruhnya dinyatakan sembuh.

Kecamatan Kuala Batee 9 orang, juga sembuh seluruhnya.

Kecamatan Babahrot 6 orang, 3 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Kecamatan Manggeng 5 orang, seluruhnya sembuh.

Kecamatan Lembah Sabil 3 orang,  2 orang sembuh dan 1 orang meninggal.

Kecamatan Setia 2 orang, sembuh seluruhnya.

Kecamatan Tangan-Tangan 1 orang, namun sudah sembuh.

Kecamatan Jeumpa 2 orang, 1 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Kemudian dari luar daerah bekerja di Abdya 1 orang, dan sudah sembuh setelah isolasi.

Probable Juga Tak Bertambah

Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST MKes lebih lanjut menjelaskan, Pasien Probable atau bergejala Covid-19 di Abdya hasil pendataan sejak Maret lalu berjumlah 47 orang, sebanyak 43 orang diantaranya dinyatakan sembuh atau tidak ada lagi gejala.

Mereka dinyatakan sembuh setelah dirawat di RSUZA Banda Aceh dan RSUTP Abdya. Sementara empat pasien probable meninggal dunia.

Sementara empat pasien Probable meninggal dunia, masing-masing, bernisial M (32), perempuan  warga Kecamatan Kuala Batee, meninggal empat hari lalu.

Tiga pasien probable yang meninggal sebelumnya masing-masing, berinisial A (45), warga Kecamatan Blangpidie, meninggal dunia di RS Jiwa Banda Aceh, 13 Oktober lalu. 

Kemudian, warga bernisial H (64) asal Jakarta Selatan, meninggal di Ruang Pinere RSUTP Abdya, 21 September lalu.

Dan, pasien A (55), perempuan warga salah satu desa Kecamatan Susoh, meninggal dunia dalam perawatan RSUTP Abdya, 1 September lalu.

Itu berarti hingga Sabtu sore tidak ada pasien probable yang masih ditarawat.

Dari data tersebut penyebaran Covid-19 di Kabupaten Abdya mulai bisa ditekan, namun daerah tersebut masih bertahan status zona kuning atau zona risiko rendah penyebaran Virus Corona.

Karenanya, Kepala Dinkes Abdya Safliati tetap mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran diri menerapkan protokol kesehatan (protkes).

Peraturan Bupati (Perbup) Abdya tentang  Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protkes, yang sudah diterapkan selama beberapa bulan terakhir diminta agar benar-benar dilaksanakan semua pihak.(*)

Baca juga: Khairiah, Mata-mata Pencegahan Corona di Bireuen yang Dapat Penghargaan dari Bupati, Begini Tugasnya

Baca juga: VIDEO Viral Pernikahan Tema Star Wars, Mempelai Pria Dikawal Stormtrooper

Baca juga: Kantor PNA Pidie Digembok, Kalau Terbuka, Resiko Tanggung Sendiri

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved