Internasional
Anggota Geng El Salvador Diarak dan Diperlihatkan ke Wartawan
Ratusan anggota geng El Salvador yang diborgol diperlihatkan di hadapan para wartawan yang berkumpul pada Sabtu (28/11/2020).
SAN SALVADOR - Ratusan anggota geng El Salvador yang diborgol diperlihatkan di hadapan para wartawan yang berkumpul pada Sabtu (28/11/2020).
Sebuah pertunjukan yang jelas dari kebijakan Presiden Nayib Bukele dalam menghadapi mereka atas kejahatan dan kekerasan yang mereka lakukan.
Sekitar 600 anggota geng Mara Salvatrucha (MS-13) El Salvador dan rivalnya Barrio 18 merupakan bagian terbesar dari penahanan yang diumumkan pada Jumat (27/11/2020).
Hanya satu minggu setelah penangkapan geng Amerika Tengah yang didukung AS yang juga menjaringkan bola di negara tetangga Guatemala dan Honduras.
Dilansir Reuters, para tahanan yang diarak di depan pers sebagai taktik umum yang ada sebelum Bukele.
Baca juga: Barang Bukti Hasil Kejahatan Dimusnahkan di Kejari Banda Aceh, Kapolresta Ikut Potong Senpi Rakitan
Mereka didakwa dengan pembunuhan, penculikan dan perdagangan manusia, di antara kejahatan lainnya, menurut para pejabat.
Pada April 2020, Bukele memprovokasi kemarahan kelompok-kelompok hak asasi ketika menerbitkan di media sosial.
Berupa gambar ratusan anggota geng setengah telanjang yang dipenjara, berdesak-desakan dalam barisan, meskipun pandemi Covid-19 mengamuk.
Pada saat itu, para narapidana dihukum karena melakukan kekerasan.
Menteri Keamanan Rogelio Rivas menyebut mayoritas dari teroris yang baru ditahan dikumpulkan di alun-alun terbuka oleh tentara bersenjata berat.
Baca juga: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Marak, DPRA Bentuk Tim Penegakan Hukum Kejahatan Seksual
Hampir semua tahanan mengenakan topeng dan dengan wajah mereka banyak bertato melihat ke bawah.
Angka pemerintah menunjukkan bahwa tingkat pembunuhan telah turun hampir setengahnya sepanjang tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Menurut Bukele disebabkan oleh kehadiran militer dan polisi yang lebih besar di jalan-jalan serta penjara-penjara yang diyakini dikendalikan oleh geng-geng tersebut. .
Pada September 2020, situs berita online El Faro menerbitkan penyelidikan yang mengungkap dugaan negosiasi antara pemerintah dan MS-13 mengenai pengurangan pembunuhan dengan imbalan keuntungan lain.
Baca juga: VIDEO Kejari Aceh Besar Musnahkan Barang Bukti dan Hasil Rampasan Kejahatan
Termasuk dukungan elektoral untuk Bukele, tuduhan yang dibantah oleh presiden.
Penangkapan terakhir bisa dimaksudkan untuk menyangkal gagasan bahwa pemerintah sedang bernegosiasi dengan geng-geng itu, kata analis keamanan Jeannette Aguilar dalam sebuah wawancara.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/para-penjahat-el-salvador.jpg)