Berita Bireuen
BPBD Bireuen Tinjau Jembatan Ambruk di Alue Gandai Peudada, Warga Berharap Segera Diperbaiki
Afrizal menyebutkan ada dua jembatan sudah ambruk digerus banjir tahun 2017 lalu dan tiga jembatan lain abutment-nya sudah roboh.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Afrizal menyebutkan ada dua jembatan sudah ambruk digerus banjir tahun 2017 lalu dan tiga jembatan lain abutment-nya sudah roboh.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen datang tinjau jembatan ambruk di Dusun Kubah Tujoh, Gampung Alue Gandai, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.
Peninjauan ini dilakukan tim BPBD Bireuen Sabtu (28/11/2020) sekitar pukul 17.00 - 20.00 WIB.
Jembatan ini ambruk diterjang banjir sejak beberapa tahun lalu.
Keuchik Gampong Alue Gandai, Abd Rahman melalui Sekdes Afrizal SE, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Minggu (29/11/2020).
Afrizal menyebutkan ada dua jembatan sudah ambruk digerus banjir tahun 2017 lalu dan tiga jembatan lain abutment-nya sudah roboh.
Baca juga: Dapatkan Porsi Haji dengan Gadai 3,5 gr Emas
Baca juga: Duel Legenda Tinju Dunia, Mike Tyson Layangkan 30 Pukulan Lebih Banyak dari Roy Jones Jr
Baca juga: Lowongan Kerja Kementerian Agraria, Simak Syaratnya: Minimal Lulusan SMA/SMK
Warga khawatir jembatan yang masih kokoh berdiri juga akan menyusul ambruk karena abutmen (pangkal) jembatan sudah roboh, apalagi dalam beberapa minggu ini intensitas hujan semakin tinggi.
“Kami sangat berterimakasih atas respon tim BPBD Bireuen yang langsung menerjunkan petugasnya ke gampong kami,” kata Sekdes Afrizal.
Warga sangat berharap agar jembatan yang ambruk serta yang abudmennya yang mulai rusak segera diperbaiki, sehingga memudahkan masyarakat, termasuk dalam mengangkut hasil bumi, seperti padi.
Selain itu, jalan dan jembatan rusak itu menghubungkan ke ruas jalan Pintoe Batee, Alu Kuta, Peudada.
“Kerusakan fasilitas publik tersebut tidak mampu kami benahi dengan anggaran pendapatan belanja gampong (APBG) yang menelan anggaranratusan juta rupiah,” timpal Keuchik Abd Rahman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bpbd-bireuen-tinjau-jembatan-ambruk.jpg)