Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bireuen

BPBD Bireuen Tinjau Jembatan Ambruk di Alue Gandai Peudada, Warga Berharap Segera Diperbaiki

Afrizal menyebutkan ada dua jembatan sudah ambruk digerus banjir tahun 2017 lalu dan tiga  jembatan lain abutment-nya sudah roboh. 

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Desa Alue Gandai  
Tim BPBD Bireuen, Jumat (27/11/2020) meninjau kawasan Desa Alue Gandai, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen melihat kondisi jembatan yang ambruk diterjang banjir tahun 2017. 

Afrizal menyebutkan ada dua jembatan sudah ambruk digerus banjir tahun 2017 lalu dan tiga  jembatan lain abutment-nya sudah roboh. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen datang tinjau jembatan ambruk di Dusun Kubah Tujoh, Gampung Alue Gandai, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. 

Peninjauan ini dilakukan tim BPBD Bireuen Sabtu (28/11/2020) sekitar pukul 17.00 - 20.00 WIB. 

Jembatan ini ambruk diterjang banjir sejak beberapa tahun lalu.

Keuchik Gampong Alue Gandai, Abd Rahman melalui Sekdes Afrizal SE, menyampaikan hal ini kepada  Serambinews.com, Minggu (29/11/2020). 

Afrizal menyebutkan ada dua jembatan sudah ambruk digerus banjir tahun 2017 lalu dan tiga  jembatan lain abutment-nya sudah roboh. 

Baca juga: Dapatkan Porsi Haji dengan Gadai 3,5 gr Emas

Baca juga: Duel Legenda Tinju Dunia, Mike Tyson Layangkan 30 Pukulan Lebih Banyak dari Roy Jones Jr

Baca juga: Lowongan Kerja Kementerian Agraria, Simak Syaratnya: Minimal Lulusan SMA/SMK

Warga khawatir  jembatan yang masih kokoh berdiri juga akan menyusul ambruk karena abutmen (pangkal) jembatan sudah roboh, apalagi dalam beberapa minggu ini intensitas hujan semakin tinggi. 

“Kami sangat berterimakasih atas respon tim BPBD Bireuen yang langsung menerjunkan petugasnya ke gampong kami,” kata Sekdes Afrizal.

Warga sangat berharap agar jembatan yang ambruk serta yang abudmennya yang mulai rusak segera diperbaiki, sehingga memudahkan masyarakat, termasuk dalam mengangkut hasil bumi, seperti padi. 

Selain itu, jalan dan jembatan rusak itu menghubungkan ke ruas jalan Pintoe Batee, Alu Kuta, Peudada.

“Kerusakan fasilitas publik tersebut tidak mampu kami benahi dengan anggaran pendapatan belanja gampong (APBG) yang menelan anggaranratusan juta rupiah,” timpal Keuchik Abd Rahman. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved