Jumat, 5 Juni 2026

Ledakan Bom Bunuh Diri di Pangkalan Militer Afghanistan, 26 Personel Keamanan Tewas

Ledakan bom bunuh diri ini menewaskan sedikitnya 26 personel keamanan menurut laporan para petugas yang dikutip kantor berita AFP.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Shutterstock
Ilustrasi bom bunuh diri (Shutterstock) 

SERAMBINEWS.COM, GHAZNI - Sebuah bom bunuh diri di mobil menyerang pangkalan militer Afghanistan pada Minggu (29/11/2020).

Ledakan bom bunuh diri ini menewaskan sedikitnya 26 personel keamanan menurut laporan para petugas yang dikutip kantor berita AFP.

Sementara itu Associated Press mewartakan, 34 orang tewas dalam dua ledakan bom bunuh diri terpisah yang sama-sama menyerang pangkalan militer Afghanistan.

Insiden-insiden itu terjadi di pinggiran kota Ghazni, ibu kota provinsi Ghazni, yang kerap dilanda adu tembak antara Taliban dengan pasukan pemerintah Afghanistan.

Ledakan bom ini juga terjadi saat pemerintah Afghanistan dan Taliban melakukan pembicaraan damai.

Pembicaraan damai tersebut dalam rangka mengakhiri perang selama hampir 20 tahun yang menewaskan puluhan ribu orang.

"Kami menerima 26 jenazah dan 17 orang luka-luka sejauh ini.

Semuanya adalah personel keamanan," kata Baz Mohammad Hemat, direktur rumah sakit Ghazni, kepada AFP.

Nasir Ahmad Faqiri selaku anggota dewan provinsi Ghazni juga membenarkan jumlah korban tewas tersebut.

Baca juga: VIDEO Bom Meledak di Suriah Tewaskan 5 Warga Sipil, Targetkan Mobil Bermuatan Bahan Peledak

Baca juga: Massa ‘Bombardir’ Markas Polisi Pakai Cat, Demo Tuntut Reformasi Konstitusi Masih Berlangsung

 Sementara itu juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan bahwa seorang pengebom bunuh diri telah meledakkan sebuah kendaraan penuh bahan peledak.

Sampai berita ini diunggah belum ada kelompok yang mengklaim serangan itu.

Serangan di Ghazni terjadi hanya beberapa hari setelah dua bom menewaskan 14 orang di kota bersejarah Bamiyan, mengakhiri tahun-tahun damai di kota terpencil yang terkenal dengan warisan Buddha kuno tersebut.

Pengeboman hari Minggu ini juga menandai serangan besar terbaru di Afghanistan, di mana angka kekerasan meningkat sejak dimulainya pembicaraan damai di Doha, ibu kota Qatar, pada 12 September.

Serangan-serangan brutal telah menewaskan lebih dari 50 orang di Kabul dalam beberapa pekan terakhir, termasuk dua serangan di kampus dan serangan roket.

Serangan di Kabul itu diklaim oleh ISIS, tetapi para pejabat Afghanistan menyalahkannya ke Taliban, yang menyangkal tuduhan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved