Sabtu, 11 April 2026

PT Mopoli Kembali Beraktivitas, Setelah Hampir Dua Bulan Buruh Mogok Kerja

Aktivitas produksi di PT Mopoli Raya kembali terlihat setelah selama satu bulan lima belas hari tak berdenyut

Editor: bakri
Dok Disnaker Aceh Barat
Kadisnaker Aceh Barat pose bersama usai melakukan mediasi dengan manajemen PT Mopoli Raya dan karyawannya di Aula Disnaker Aceh Barat, Kamis (22/10/2020). 

MEULABOH - Aktivitas produksi di PT Mopoli Raya kembali terlihat setelah selama satu bulan lima belas hari tak berdenyut. Hal itu terjadi karena para karyawannya melancarkan aksi mogok kerja, imbas dari tidak dibayarkannya upah kerja mereka.

Bukan hanya mogok kerja, para pekerja juga juga melakukan penyegelan kantor perusahaan administrasi perkebunan I di Baro Paya, Kecamatan Panton Reu, dan Kantor Administrasi Perkebunan II beserta PKS di Alue Kuyun, Kecamatan Woyla Timur.

Terjadinya penyegelan kantor tersebut terjadi pada 9 September 2020 lalu, berbarengan dengan mogok kerja. Imbasnya, para karyawan sempat kocar-kacir mencari pekerjaan lain guna menutupi kebutuhan keluarganya masing-masing.

Beruntung hal itu tidak berlangsung lama. Setelah dilakukan mediasi oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Barat, akhirnya pada Jumat (17/11/2020) lalu perusahaan bersedia membayar satu bulan gaji untuk para pekerja, yakni untuk bulan Agustus. Para pekerja pun kembali beraktivitas seperti biasa.

“Alhamdullilah, Perusahaan PT Mopoli melunasi upah karyawan untuk bulan Agustus dulu. Maka dengan demikian aktivitas di perusahaan itu kini telah mulai hidup lagi,” kata Thallea Naldi, Kepala Disnakertrans Aceh Barat kepada Serambi, Sabtu (28/11/2020).

Ia menyebutkan, para buruh mulai kembali bekerja sejak Sabtu (28/11/2020) kemarin, setelah hampir 2 bulan melakukan mogok kerja. “Sesuai dengan perjanjian antara perusahaan dan karyawan, maka setelah ada pembayaran gaji untuk bulan Agustus, para karyawan kembali beraktivitas seperti biasanya,” ujarnya.

Thallea Naldi berharap, ke depan hal yang sama tidak kembali terulang. “Kita berharap perusahaan dan karyawannya tetap harmonis dengan sama-sama menjalankan dan mematuhi kewajiban masing-masing,” imbuhnya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh Barat, Zulfahri, juga mengakui jika para karyawan PT Mopoli Raya telah kembali beraktivitas seperti biasa, menyusul telah dibayarkannya upah untuk bulan Agustus.

Meski demikian, diakuinya jumlah yang bekerja belum 100 persen karena sebagian pekerja ada yang memilih pulang kampung saat mogok kerja berlangsung.

“Sebagian karyawan yang bertahan di barak langsung beraktivitas kembali dengan membersihkan lingkungan kantor dan PKS, karena sudah lama tidak beroperasi,” kata Zulfahri.

Sementara terhadap para karyawan yang pulang kampung, nanti akan dihubungi kembali sehingga ditargetkan pada Senin besok semua karyawan sudah bekerja.

Zulfahri juga mengakui, selama mogok berlangsung, para karyawan kocar-kacir mencari pendapatan ekonomi untuk menutupi kebutuhan keluarga.

“Sebagian karyawan ada yang bekerja sebagai kuli bangunan, mengindang emas, mendodos sawit warga di kawasan itu dan berbagai pekerjaan lainnya. Hal itu terpaksa dilakukan karena tuntutan kebutuhan di keluarga masing-masing,” ujar Zulfahri.(c45)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved