Rabu, 22 April 2026

Berita Aceh Besar

ISBI Aceh Wisuda Perdana, Empat Lulusan Cum Laude

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang berlokasi di Kota Jantho, Aceh Besar, Senin (30/11/2020) siang, menggelar wisuda program sarjana...

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang genap berusia enam tahun, melakukan wisuda perdana pada Senin, (30/11/2020) di Aula Pertunjukan Seni ISBI Aceh di Kota Jantho, Aceh Besar. Mereka diwisuda oleh Dr Ir Mirza Irwansyah MBA MLA didampingi ketua jurusan masing-masing. Dari 42 wisudawan perdana itu, empat diantaranya lulus dengan pujian (Cum laude). 

Laporan Yarmen Dinamika|Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang berlokasi di Kota Jantho, Aceh Besar, Senin (30/11/2020) siang, menggelar wisuda program sarjana strata satu (S1).

Wisuda di tengah pandemi Covid-19 itu merupakan wisuda perdana bagi institut negeri yang baru berumur enam tahun tersebut.

ISBI Aceh diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Surabaya pada tanggal 6 Oktober 2014.

Pada wisuda perdana hari ini, 42 lulusan diwisuda oleh Rektor ISBI, Dr Ir Mirza Irwansyah MBA MLA di Aula Kampus Pertunjukan ISBI Aceh, Kota Jantho, Aceh Besar.

Rektor ISBI Aceh, Dr Mirza mengatakan, wisuda perdana ini dilaksanakan bertepatan dengan kondisi pandemi Covid-19. Itu sebab, prosesi wisuda dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, termasuk membatasi jumlah undangan di ruang wisuda.

Setiap wisudawan pun diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, dan melewati tempat sterilisasi yang telah disiapkan sebelum masuk ke tempat acara.

Rektor mengingatkan kepada para wisudawan bahwa persaingan di dunia kerja semakin sulit di era Revolusi Industri 4.0 di mana kemampuan manusia digantikan oleh kemampuan teknologi robotic.

Namun demikian, lanjut Mirza, ada kemampuan yang tidak dimiliki oleh teknologi robotic, yaitu kemampuan merasakan setiap gerakan dan garisan yang dimiliki oleh manusia, karena gerakan dan garisan tersebut timbul dalam diri dan hati yang bersih, yang dapat melahirkan sebuah karya seni.

“Teknologi robotic belum mampu menciptakan suatu karya seni yang spektakular,” kata putra almarhum Prof Ibrahim Hasan, mantan gubernur Aceh ini.

“Ketajaman soft skill harus dijaga, melalui tetap produktif menghasilkan karya seni sesuai dengan kompetensi masing-masing lulusan,” ujar Mirza.

Mirza juga menyebutkan bahwa dalam enam tahun ini ISBI Aceh telah menorehkan beberapa capaian, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dari enam program studi (prodi) yang ada di ISBI Aceh, lima di antaranya telah terakreditasi dengan nilai cukup.

Kepala Humas dan Kerja Sama ISBI Aceh, Nurul Aflah SIKom menambahkan, menjelang puncak acara wisuda jalan sepanjang Kampus ISBI Aceh juga dilakukan sterilisasi oleh pihak keamanan kampus. “Orang tua wisudawan dapat menyaksikan prosesi wisuda melalui layar video secara langsung yang telah disediakan di luar ruangan,” katanya.

Pihak ISBI Aceh, lanjut Nurul, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga dan wisudawan ISBI Aceh angkatan perdana ini karena adanya pembatasan jumlah yang hadir di dalam ruangan guna mematuhi protokol kesehatan.

"Dengan berat hati kami tidak dapat menghadirkan Bapak/Ibu/wali para wisudawan secara langsung untuk mendampingi putra-putri tercinta yang diwisuda," tambah Rektor ISBI Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved