Kamis, 4 Juni 2026

Maradona Meninggal

Tolak Beri Penghormatan untuk Maradona, Pemain Klub Putri Spanyol Ini Diancam Bunuh

Pada 2014, Maradona pernah muncul di video yang berisi pernyataannya soal tuduhan telah melakukan KDRT kepada istrinya Oliva.

Tayang:
Editor: Imran Thayib
AFP PHOTO / ARGENTINIAN PRESIDENCY
Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Argentina memperlihatkan sejumlah orang memberikan penghormatan terakhir kepada legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona saat bangun di Casa Rosada presidentia, Kamis (26/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Paula Dapena, pesepak bola divisi tiga sepak bola putri Spanyol yang bermain untuk klub Viajes InterRias FF mengaku mendapat ancaman pembunuhan.

Ancaman itu karena Dapena tak mau memberikan penghormatan kepada mendiang legenda Argentina, Diego Armando Maradona.

Menjelang pertandingan persahabatan yang berlangsung Sabtu (28/11/2020) pekan lalu melawan Deportivo La Coruna, semua pemain kecuali Dapena, mengelilingi tengah lapangan untuk hening satu menit demi mengenang Maradona.

Maradona (60) meninggal dunia 25 November setelah mengalami serangan jantung.

Dapena duduk bersila sambil menghadap ke belakang sebagai unjuk protes.

"Bukan hanya saya yang dilecehkan di media sosial tetapi juga rekan-rekan satu tim saya," kata Dapena dalam laman ESPN sebagaimana dirilis Antaranews, Selasa (1/12/2020).

"Kami juga mendapatkan ancaman mati dan pesan-pesan seperti 'Saya akan cari rumah dan alamat kamu, mendatangi kamu dan mematahkan kakimu.'"

Maradona meninggal dunia pada Hari Anti Kekerasan terhadap Wanita Internasional.

Baca juga: Kisah ABK Selat Malaka yang Segera Kembali, Berawal dari Mati Mesin Hingga Tertangkap di India

Baca juga: Kios Pangkalan Gas di Trienggadeng Digasak Maling, 216 Tabung Elpiji Raib, Segini Taksiran Kerugian

Baca juga: Kasus Ayah Mertua Bunuh Menantu, Sang Istri Malah Bersyukur Suaminya Tewas Dibunuh Ayahnya

Pada 2014, Maradona pernah muncul di video yang berisi pernyataannya soal tuduhan telah melakukan KDRT kepada istrinya Oliva.

"Saya ambil telepon tetapi sumpah saya belum pernah memukul wanita. Peristiwa itu berakhir seketika. Saya angkat telepon tapi tak terjadi apa-apa," kata Maradona saat itu.

Dapena yang juga seorang guru menyatakan akan ironis jika orang mengabaikan masa lalu Maradona.

"Kelihatannya hipokrit melakukan hening satu menit demi Maradona yang sudah dikenal tukang mengkerasi, dan tidak melakukan (hening sejenak) demi para korban kekerasan terhadap wanita," sambung dia.

Dapena mengaku kaget cuma dia pesepak bola putri yang tak mau menghormati Maradona.

"Melakukan hening satu menit guna menghormati dia adalah menyalahi nilai-nilai saya," tutup dia.

Sebagaimana diketahui, Diego Armando Maradona atau akrab disebut Maradona dikabarkan meninggal dunia.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved