Jumat, 1 Mei 2026

Wali Kota: Stok Bahan Pokok Banda Aceh Aman Hingga Akhir Tahun

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memas­tikan ketersediaan bahan pokok di Banda Aceh mencukupi hingga akhir tahun 2020

Tayang:
Editor: bakri
FOTO PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memimpin rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banda Aceh, Selasa (1/12/2020) di pendopo wali kota. Rapat yang diikuti Kepala BI Perwakilan Aceh Achris Sarwani, Kepala BPS Banda Aceh Rusmadi, Kepala Bulog Divre Aceh Irsan Nasution dan sejumlah Kepala SKPK jajaran Pemko Banda Aceh ini membahas ketersediaan bahan pokok di Banda Aceh jelang libur panjang akhir tahun 2020. 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memas­tikan ketersediaan bahan pokok di Banda Aceh mencukupi hingga akhir tahun 2020. Hal ini disam­paikan Selasa (1/12/2020) dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daer­ah (TPID) yang dihadiri Kepala BI Perwakilan Aceh Achris Sarwani, Kepala BPS Banda Aceh Rusma­di, Kepala Bulog Divre Aceh Irsan Nasution dan para pejabat jajaran Pemko Banda Aceh lainnya seperti Kepala Bappeda Weri, Kadis Ko­perasi UKM dan Perdagangan M Nurdin.

Dikatakan Wali Kota, mas­yarakat ‘Kota Gemilang’ tidak perlu khawatir akan persediaan bahan pokok, terutama beras karena stoknya mencukupi hingga akhir tahun. “Seperti dilaporkan Kepala Bulog, beras cukup stoknya hingga panen kedepan yang diperkirakan Februari atau Maret. Jadi mas­yarakat tidak perlu harus membo­rong dalam jumlah besar,” ujarnya.

Menurut Ketum MES Aceh ini, masyarakat kota perlu mendapat­kan informasi terkait ketersediaan bahan pangan apalagi menjelang libur panjang akhir tahun sehing­ga masyarakat tidak panik yang kemudian melakukan aktifitas be­lanja dalam jumlah besar. Karena perilaku seperti menimbun barang akan berdampak pada kenaikan in­flasi di Banda Aceh.

Selain stok mencukupi har­ga sejumlah komoditi juga normal di pasar sesuai dengan survei yang dilakukan Dinas Kop UMK dan Perdagangan Kota Banda Aceh. Dalam rapat ini BI, BPS, Bulog dan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan menyampaikan presentasi terkait dengan da­ta-data ekonomi Banda Aceh.

Kata Aminullah, data-data yang disampaikan tersebut men­jadi penting bagi Pemko Banda Aceh dalam rangka menentukan kebija­kan-kebijakan ekonomi ke depan. Dalam rapat ini juga terungkap data kemiskinan di Banda Aceh yang mengalami penurunan. Saat ini, an­gka kemiskinan di Banda Aceh turun menjadi 6,90 persen (Kuartal I tahun 2020) dari 7,22 persen tahun 2019.

“Meski pandemi Covid-19, angka kemiskinan kita turun. Ini kemiskinan terendah di Aceh. Ini menandakan perekonomian Banda Aceh tetap bergairah meski sedang dilanda wabah corona. Ini patut kita syukuri dan kita pertahank­an,” ujar Wali Kota.

Rapat TPID yang dipimpin wali kota ini melahirkan sejumlah rekomendasi, di antaranya memas­tikan stabilitas pasokan pascapa­nen untuk komoditas bahan pokok penyumbang utama inflasi, yaitu beras, berbagai ikan, cabai, daging, bawang merah, baik pemenuhan dalam daerah maupun PAD.

Mengaktifkan perdagangan antar kabupaten/kota untuk me­menuhi kebutuhan barang saat terjadi kelangkaan pasokan di Banda Aceh juga menjadi poin yang dibahas dalam rapat ini, seperti komoditas ikan dari kabu­paten lain saat aktivitas melaut nelayan Banda Aceh terkendala dengan cuaca karena dampak perubahan iklim serta pergesaran cuaca, komoditas perikanan mut­lak membutuhkan cold storage. Ikan terutama ikan tongkol men­jadi salah-satu komoditi penyum­bang inflasi selain cabai merah.

Selain itu juga direkomen­dasikan juga peningkatkan ke­lancaran distribusi barang ke masyarakat melalui Toko Tani Indo­nesia di samping pasar konvension­al. Kemudian juga akan dilakukan upaya pencegahan praktik penim­bunan bahan kebutuhan pokok melalui kerja sama TPID dengan Satgas Bahan pokok.(hba/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved