Internasional
Begal di Boston Ganas, Polisi Frustrasi, Masyarakat Ketakutan
Aksi para begal di Boston AS ternyata lebih ganas dibandingkan di negeri ini. Serangan datang setelah gelap, tanpa peringatan, biasanya dari arah bel
"Ya Tuhan, kami takut," kata Amos Frederick (37) saat berjalan melewati kompleks.
"Kami semua tetap di dalam rumah kecuali siang hari," tambahnya.
"Jika seseorang berjalan ke mobil mereka, kami mengawasi mereka," katanya.
Nathan Lumunye (24) bekerja malam hari di toko perlengkapan rumah tangga.
"Saya harus pergi bekerja," katanya.
"Jadi saya pastikan saya meninggalkan rumah lebih awal," ujarnya.
Baca juga: Ternyata Dia Otak Pelaku Begal Pacar Sendiri, Sempat Pura-pura Mengantar Untuk Lapor ke Polisi
Para korban semuanya laki-laki, dan semuanya berjalan kaki, dengan usia dari 20 tahun hingga pertengahan 40-an dari berbagai latar belakang etnis, kata Kepala Polisi Keith MacPherson.
Dikatakan, semua telah disergap setelah gelap oleh seseorang yang memakai topeng atau dengan hoodie yang diikat ketat di wajah mereka, katanya/
Seorang korban sedang berjalan-jalan dengan seekor anjing, salah satunya masuk ke dalam kendaraan.
Operator surat US Postal Service juga diserang.
Beberapa membutuhkan rawat inap.
“Mereka cedera yang cukup serius, termasuk patah tulang di wajah, hidung retak, luka di wajah," tambahnya.
"Jadi kami tidak percaya itu hanya tinju seseorang, ”kata kepala polisi.
Emerson Antonio Aroche Paz dipukul di kepala dua kali sekitar pukul 10 malam pada 25 November 2020.
Dia menyeka darah dari wajahnya sehingga bisa melihat penyerangnya, tetapi orang itu telah melarikan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelaku-begal-di-boston-as.jpg)