Breaking News:

Aneuk Syuhada Minta Semua Pihak Tuntaskan MoU Helsinki: Ayah Kami jangan Dijadikan Seudati

“Ayah kami yang gugur di medan perang jangan dijadikan seudati sebagai gendang memainkan seni,” pungkas anak almarhum panglima GAM ini.

FOR SERAMBINEWS.COM
Juru Bicara JASA, Zulfikar Yah Jhon 

Aneuk Syuhada Minta Semua Pihak Tuntaskan MoU Helsinki: Ayah Kami jangan Dijadikan Seudati

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Memperingati milad yang ke-44 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember hari ini, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) kembali meminta Pemerintah dan GAM agar serius menuntas butir-butir MoU Helsinki yang telah disepakati pada 15 Agustus 2005 lalu.

Sejauh ini, di usia perdamaian yang sudah mencapai 15 tahun, JASA melihat para pihak yang terlibat dalam perjanjian damai belum memiliki komitmen dan keseriusan merealisasikan seluruh butir-butir MoU Helsinki tersebut.

“Sudah 15 tahun usia perdamaian, tetapi kita melihat semua pihak abai terhadap isi perjanjian damai yang telah disepakati,” kata Juru Bicara JASA, Zulfikar Yahjon, dalam pernyataan tertulisnya kepada Serambinews.com, Jumat (14/12/2020).

Zulfikar menegaskan, realisasi butir-butir MoU Helsinki ini jangan dianggap sepele, karena hal itu diraih dengan perjuangan keras, mengorbankan nyawa dan harta benda masyarakat Aceh, termasuk para pejuang GAM.

“Ayah kami yang gugur di medan perang jangan dijadikan seudati sebagai gendang memainkan seni,” pungkas anak almarhum panglima GAM ini.

Menurut Zulfikar Yahjon, Pemerintah Indonesia terkesan kurang serius merealisasikan butir-butir MoU Helsinki, salah satunya karena masih adanya rasa kurang percaya terhadap Aceh.

Baca juga: Milad ke-44 GAM, Bupati Rocky: Jangan Ada Pengibaran Bendera dan Mobilisasi Massa

Baca juga: Sosok Benny Wenda, Dulu Disebut Dalang Kerusuhan Papua, Kini Deklarasi Diri Presiden Papua Barat

Baca juga: Laut Pulo Aceh Banyak Sampah, Diduga Dibuang dari Kapal yang Melintas

Demikian juga dengan pimpinan GAM, kurang peduli terhadap perjanjian damai karena hingga saat belum ada langkah kongkret yang dilakukan untuk mendesak Pemerintah merealisasikan butir-butir MoU Helsinki.

“Jika Pusat tidak serius, pimpinan GAM harus segera mengambil langkah kongkret untuk membawa kembali damai Aceh ke meja perundingan, sehingga segala permasalahan bisa diselesaikan,” ujarnya.

Persoalan ini, lanjut Zulfikar, harus secepatnya diselesaikan. Jika para pihak terus membiarkan persoalan ini berlarut, ia khawatir konflik bisa kembali terulang.

“Syarat keberlanjutan damai itu jika semua pihak komit dengan perjanjian yang disepakati, jangan sampai ada pihak yang merasa dikhianati,” imbuh dia.

Karena itu, sekali lagi Zulfikar mendesak semua pihak yang terlibat agar komit dan serius merealisasikan butir-butir MoU Helsinki. Terlalu mahal damai yang sudah diraih ini, jika kemudian harus rusak karena kurangnya momitmen para pihak terkait.(*)

Baca juga: Diduga Keracunan AC, Satu Keluarga Ditemukan Kejang-kejang di Dalam Mobil, Ibu Meninggal

Baca juga: Tak Mau Pusing Terhadap Manuver Sekjen PNA Merapat ke Irwandi, Tiyong: Saya Fokus Urus SK Hasil KLB

Baca juga: Azan Diganti Ajakan Jihad, 7 Warga Minta Maaf dan Tak Menyangka Ganggu Kondusivitas Umat Beragama

Penulis: Yocerizal
Editor: Yocerizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved