Berita Subulussalam
Hujan dan Petir Landa Kota Subulussalam
Hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya pada Senin sore hingga malam.
Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya.
Seperti yang terjadi Senin (7/12/2020) sore, hujan deras disertai dentuman petir ini mulai terdengar di Kota Subulussalam.
Pantauan Serambinews.com, langit tampak kelam dan jarak pandang terbatas. Di Penanggalan khususnya kawasan Jontor nyaris saban sore dilanda hujan deras.
Hujan disertai kilat plus gemuruh petir membuat masyarakat setempat was-was. “Tiap sore selalu hujan plus petir, rawan juga,” kata Herman salah seorang warga Subulussalam.
Selain bencana banjir, longsor dan pohon tumbang, petir, menjadi salah satu bencana paling menyeramkan bagi masyarakat Kota Subulussalam.
Pasalnya, setrum alam ini bukan hanya merusak rumah atau benda lainnya tapi acapkali menelan korban jiwa.
Apalagi, ancaman petir kerap menghantui masyarakat Subulussalam karena selama ini sudah banyak korban berjatuhan akibat disambar petir.
Baca juga: 14 Pelajar Aceh Raih Medali Olimpiade Numerasi Nasional, Siswa Subulussalam Mendominasi
Baca juga: MAA Subulussalam Gelar Sayembara Desain Motif Etnik Singkil, Sudah 50-an Peserta Ikut, Ini Kriteria
Baca juga: Lelang Jabatan Eselon II di Subulussalam Sepi Pelamar, Ini Persyaratan yang Sulit Dipenuhi ASN
Kasus korban sambaran petir terakhir terjadi 29 Agustus lalu. Seorang remaja pria dikabarkan meninggal dunia setelah disambar petir.
Sabtu 29 Agustus lalu. Seorang remaja meninggal dunia akibat disambar petir saat membantu orang tuanya berada di kebun.
Peristiwa paling menyeramkan juga terjadi, Jumat (22/11/2019) sebanyak empat warga disambar petir plus satu rumah ludes terbakar di Desa Danau Teras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam
Dalam kejadian tersebut salah seorang korban yang disambar petir mengalami luka parah bahkan sempat ditanam dalam kubangan lumpur.
Kasus lainnya juga terjadi terhadap seorang petani bernama Saludin (40) warga Dusun Sukaramai, Desa Jabi-jabi Barat, Kecamatan Sultan ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa naas itu terjadi, Rabu, 18 Maret 2020. Saludin ditemukan terbujur dalam kondisi tak bernyawa di areal tanaman jagung yang diduga akibat terkena sambaran petir.
Karenanya, saat hujan disertai petir selain rawan pohon tumbang warga juga cemas akan gemuruh dan kilat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-petir.jpg)