Senin, 13 April 2026

Krisis Telur

Aceh Singkil Krisis Telur, Ibu Rumah Tangga Kelimpungan Mencarinya

Kebutuhan telur di Aceh Singkil, sejauh ini masih andalkan pasokan dari luar daerah. Sebab pembudidaya lokal belum mampu memenuhi.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi, kumpulkan telur ayam peliharaannya, Senin (16/9/2020) 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ibu rumah tangga di Kabupaten Aceh Singkil, mengaku kesulitan mencari telur.

Sebab persedian di warung eceran yang biasa menjajakan telur ayam ras habis.

"Sudah keliling ke warung mau beli telur kosong semua," kata Wati ibu rumah tangga di Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, Selasa (8/12/2020).

Menurutnya telur sudah menjadi kebutuhan harian keluarganya. Rata-rata per hari habis tiga sampai enam butir.

Tingginya kebutuhan telur sebab setiap makan harus tersedia terutama untuk anak-anaknya.

Sementara itu harga telur ayam ras di Aceh Singkil Rp 5.000 per tiga butir. Bila beli Rp 10.000 mendapat tujuh butir.

Kebutuhan telur di Aceh Singkil, sejauh ini masih andalkan pasokan dari luar daerah. Sebab pembudidaya lokal belum mampu memenuhi.

Baca juga: Pemkab Simeulue Lelang Sembilan Jabatan Pimpinan Tinggi

Baca juga: Petugas PDAM Tirta Mon Pase Mulai Bersihkan Pompa, Suplai Air ke 10 Ribu Pelanggan Masih Terhenti

Alasannya budidaya ayam petelur membutuhkan modal besar serta keuletan.

Berdasarkan catatan di Aceh Singkil, ada sekitar lima pembudidaya ayam petelur skala kecil. Dengan produksi rata-rata setiap pembudidaya di bawah 1.000 butir per hari.

Selain telur kebutuhan dapur lainnya yang sulit adalah kelapa. Uniknya produksi kelapa di Kepulauan Banyak, melimpah.

Hanya saja transportasi menjadi kendala persedian kelapa terbatas di wilayah daratan Aceh Singkil.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved