Bardan Keluar Masuk Kampung Menyerap Aspirasi Warga
Bardan Sahidi merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang memiliki kegemaran bersepeda
Bardan Sahidi merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang memiliki kegemaran bersepeda. Dengan hobinya itu, Bardan memanfaatkan kegiatan bersepedanya untuk menyapa warga hingga ke pelosok desa.
"Saya suka bersepeda gunung (MTB) masuk dan keluar kampung, menyapa petani kopi di sentra kebun-kebun kopi di Dataran Tinggi Gayo," ungkap Bardan Sahidi yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Seperti yang dilakukannya baru-baru ini di sela kegiatan resesnya di daerah pemilihan (dapil) 4 yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, kegiatan itu dilakukan agar bisa melihat langsung kondisi warganya.
Bardan menjelaskan bahwa aksi bersepeda gunung dengan keluar masuk kampung dan melintasi perkebunan kopi selalu dilakukannya saat berada di kampung halaman.
Kegiatan itu memudahkan Wakil Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA ini untuk menyerap aspirasi rakyat dataran tinggi Gayo yang kemudian akan diperjuangkannya di tingkat provinsi.
Sebelum menjadi anggota DPRA, pria kelahiran Takengon, 28 Desember 1979, ini merupakan pekerja sosial. Pada pemilu 2004, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRK Kabupaten Aceh Tengah dari PKS.
Ia berhasil mendapat mandat rakyat sebagai anggota DPRK Aceh Tengah selama dua periode (2004-2014). Sejak menjadi wakil rakyat, Bardan selalu hadir dalam membela kepentingan rakyat.
Kemudian, pada Pemilu 2014, Bardan memilih maju sebagai anggota DPRA dan terpilih. Ia kembali dipercaya untuk mengemban amanah sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2019 lalu.
Di DPRA, mantan staf pengajar tidak tetap pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon yang kini berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri Takengon ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Banleg.
"Dalam kurun waktu 20 tahun lebih, saya mengemban amanah rakyat melakukan pembahasan anggaran, pengawasan dan penyusunan qanun selain memperjuangkan aspirasi rakyat," ungkap peserta Lemhanas RI Pendidikan Reguler Angkatan PRA XIII Tahun 2007.
Di Banleg, alumnus Magister Administrasi Pendidikan (MEd) Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (tamat 2013) ini menyatakan sedang menyiapkan dan menyusun peraturan daerah (qanun) bersama anggota lainnya dan tim dari Pemerintah Aceh. Di samping itu, ia juga terus mengawasi kebijakan pemerintah agar berpihak kepada rakyat.
"Menjadi fokus perhatian saya di Banleg, Komisi, Fraksi dan Panitia Khusus (Pansus) DPRA pada penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih, dan melayani (clean and good governance). Betapa tidak catatan saya banyak pejabat publik yang tersangkut kasus korupsi," ungkap dia.
Di dalam gedung DPRA, Bardan mengaku terus mengawal pembangunan yang berkelanjutan dari sumber energi bersih terbarukan, mitigasi risiko bencana, dan pengembangan produksi hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan hasil laut sebagai kekuatan ekonomi Aceh masa depan, dengan tidak meninggalkan bencana pada generasi mendatang.
"Sedangkan di luar gedung dewan saya membantu akses Aceh Climated Change Initiative (ACCI) pada isu penegakan hukum dan HAM berjejaring nasional dan internasional sesama pengiat HAM dan lingkungan hidup," ungkap Bardan Sahidi yang juga Inisiator Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh ini.(*)
Data Diri
Nama: Bardan Sahidi
Lahir: Takengon, 28 Desember 1979
Pendidikan: Magister Administrasi Pendidikan (M.Ed) Pascasarjana Unsyiah, 2013
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-dpra-bardan-sahidi-1.jpg)