Berita Aceh Utara
Anggarkan Rp 61 Miliar dari APBN, HRD Janji Bendung Krueng Pase akan Diperbaiki Segera oleh PUPR
Perbaikan Krueng Pase akan ditangani dengan Multi-Year Contract (MYC/tahun jamak), akan dibangun dengan anggaran APBN mencapai 61 miliar.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Perbaikan Krueng Pase akan ditangani dengan Multi-Year Contract (MYC/tahun jamak), akan dibangun dengan anggaran APBN mencapai 61 miliar.
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kedatangan Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud (HRD) Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)RI, John Wempi Wetipo SH MHke Aceh Utara Selasa (8/12/2020) disambut baik petani Aceh Utara.
Keduanya didampingi pejabat pusat lain dan pejabat Aceh Utara, berkunjung ke lokasi bendung Krueng Pase peninggalan Belanda di Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara yang sudah jebol setelah terjadi banjir.
Selain itu, HRD juga mengajak Wamen PUPR berkunjung ke Bendung Krueng Pase yang sudah beberapa tahun terlantar di Desa Pulo Blang, Kecamatan Meurah Mulia.
Kemudian, berkunjung ke lokasi pengungsi di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.
Dalam Kunjungan tersebut dihadiri Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Kementerian PUPRIr Djaya Sukarno, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali dan Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ir Mawardi dan sejumlah pejabat pusat lainnya.
“Saat ini sedang finalisasi Dokumen Perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DID/Desain Rekayasa Terperinci), dengan kontraknya sampai dengan akhir Desember 2020,” ujar Ruslan.
Baca juga: Wamen PUPR ke Aceh Utara, Tinjau Bendung Jebol dan Korban Banjir
Perbaikan Krueng Pase akan ditangani dengan Multi-Year Contract (MYC/tahun jamak), akan dibangun dengan anggaran APBN mencapai 61 miliar.
Untuk tahap pertama tahun 2021, sudah dianggarkan mencapai 30 miliar.
Sedangkan dana tahap kedua tahun 2022 akan dianggarkan sekitar 31 miliar.
“Selain rencana penanganan jangka panjang, juga dibutuhkan penanganan darurat karena sudah jebol,” katanya.
Langkah-langkah penanganannya akan segera disiapkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I.
“Kita berharap kerjasama masyarakat supaya penanganan bisa dilakukan segera, terutama untuk pembebasan lahan jika memang dibutuhkan, karena Bendung ini menjadi irigasi satu-satunya untuk mengairi sawah di sembilan dalam kecamatan di Aceh Utara, ”pungkas HRD. (*)
Baca juga: Ternyata, 4 Bahaya Konsumsi Susu Sapi Berlebihan bagi Kesehatan: Memicu Alergi hingga Jerawat