Berita Lhokseumawe
Korban Banjir Blang Mangat Lhokseumawe, Padi Hasil Panen Terendam
Banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten Kota di Aceh beberapa hari lalu menyisakan cerita sedih bagi masyarakat korban. Rumah, harta benda...
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten Kota di Aceh beberapa hari lalu menyisakan cerita sedih bagi masyarakat korban. Rumah , harta benda, kendaraan, kebun, sawah, mata pencarian bahkan nyawa ikut melayang.
Seperti diungkap Fauziah Nurdin (50). Warga Dusun Beurendeh, Gampong Kumbang Peuntut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, salah seorang korban banjir besar yang melanda desanya pada Jumat malam pekan lalu.
Saat ditemui, wanita paruh baya itu sedang membersihkan sisa lumpur di teras rumah bersama cucu perempuannya yang berusia 6 tahun. Tampak tali jemuran penuh dengan pakaian, beberapa kasur dibentang di halaman agar terkena sinar matahari.
Fauziah mengaku terpaksa meninggalkan rumah karena genangan banjir semakin tinggi, bahkan terpaksa harus dievakuasi tim relawan ke lokasi pengungsian tidak jauh dari rumahnya.
“Malam itu saya panik dan segera menyelamatkan diri , karena disini airnya mencapai leher orang dewasa. Hanya sebagian barang yang bisa saya selamatkan, sedangkan lainnya terendam termasuk tiga karung padi yang baru saya panen,” kata Fauziah warga terdampak banjir kepada Serambinews.com, Rabu (9/12/2020).
Baca juga: VIRAL Sempat Ingin Gugurkan Karena Diprediksi tak Normal, Ibu Bertahan hingga Anak Lahir tanpa Betis
Baca juga: Ada Lima Petarung UFC yang Diklaim Sukses Jadi Petinju, Siapa Saja Mereka?
Baca juga: Habib Rizieq Akan Tempuh Jalur Hukum atas Kematian 6 Pengikutnya, Minta Pendukung Tahan Diri
Ia juga mengaku sangat sedih, padi tersebut sudah kurang layak konsumsi akibat beberapa hari terendam banjir. Namun tetap saja akan dikonsumsi, karena memang padi tersebut untuk jatah makan keluarga besarnya.
Tidak hanya, satu unit sepeda motor milik keluarganya ikut terendam. Karena tidak bisa diselamatkan pada malam banjir datang. Baju, lemari, kasur dan sebagian besar pakaian juga ikut basah.
Fauziah mengaku tidak menyangka, banjir kali ini akan separah itu, karena tahun-tahun sebelumnya air banjir paling tinggi hanya sepinggang orang dewasa. Itupun terjadi dua tahun lalu.
“Walau rumah tak rusak, namun banyak harta benda yang harus diperbaiki, termasuk sepeda motor.kalau dihitung dengan uang, kerugian bisa mencapai jutaan rupiah, tapi saya ikhlas saja, karena ini musibah,” ungkapnya.
Kisah tak jauh beda juga diungkap Antiah (35) warga gampong sama. Bahkan pengakuan wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh upah disawah, akibat banjir tersebut enam karung padi terendam banjir berhari-hari.
“Padi itu kami kumpulkan untuk makan hari-hari, tapi sekarang sudah basah begini. Saya coba jemur agar tidak busuk, sedih tapi apa boleh buat, sudah musibah ya terima saja,” kata Antiah.
Antiah menceritakan pada malam saat banjir masuk ke rumahnya. Saat itu ia bersama keluarga berusaha bertahan di dalam rumah , ternyata genangan air semakin tinggi dan terjadi sangat cepat.
Akibatnya ia bersama suami terpaksa memapah ayahnya yang sudah sangat tua ke lokasi aman tidak jauh dari rumah. Ia mengabaikan barang-barang berharga dalam rumah demi menyelamatkan ayahnya yang sudah sangat renta.
Baca juga: VIRAL Sempat Ingin Gugurkan Karena Diprediksi tak Normal, Ibu Bertahan hingga Anak Lahir tanpa Betis
Baca juga: Viral Ayah Menangis Bicara Dengan Anak Lewat Hp, Ngaku 12 Tahun tak Bertemu, Begini Ceritanya
Kata Antiah, ayahnya seorang sepuh yang paling dituakan di desanya. Bahkan dulu pernah diangkat menjadi imam desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengungsi-di-blang-mangat-kembali-ke-rumah-6.jpg)