Jumat, 15 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Korban Banjir Blang Mangat Lhokseumawe, Padi Hasil Panen Terendam

Banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten Kota di Aceh beberapa hari lalu menyisakan cerita sedih bagi masyarakat korban. Rumah, harta benda...

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK
Fauziah Nurdin (50) menggunakan penutup kepala kain putih. Warga Dusun Beurendeh, Gampong Kumbang Peuntut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, salah seorang korban banjir besar yang melanda desanya pada Jumat malam pekan lalu, sedang membersihkan rumahnya dari genangan air dan lumpur, Rabu (9/12/2020). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten Kota di Aceh beberapa hari lalu menyisakan cerita sedih bagi masyarakat korban.  Rumah , harta benda, kendaraan, kebun, sawah,  mata pencarian bahkan nyawa ikut melayang.

Seperti diungkap Fauziah Nurdin (50). Warga Dusun  Beurendeh, Gampong Kumbang Peuntut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, salah seorang korban banjir besar yang melanda desanya pada Jumat malam pekan lalu.

Saat ditemui, wanita paruh baya itu sedang membersihkan sisa lumpur di teras rumah bersama cucu perempuannya yang berusia 6 tahun.  Tampak tali jemuran penuh dengan pakaian, beberapa kasur dibentang di halaman agar terkena sinar matahari.

Fauziah mengaku  terpaksa meninggalkan rumah karena genangan banjir semakin tinggi, bahkan terpaksa harus dievakuasi tim relawan ke lokasi pengungsian  tidak jauh dari rumahnya.

“Malam itu saya panik dan segera menyelamatkan diri , karena disini airnya mencapai leher orang dewasa.  Hanya sebagian barang yang bisa saya selamatkan,  sedangkan lainnya terendam  termasuk tiga karung padi yang baru saya panen,” kata Fauziah warga terdampak banjir kepada Serambinews.com, Rabu (9/12/2020).

Baca juga: VIRAL Sempat Ingin Gugurkan Karena Diprediksi tak Normal, Ibu Bertahan hingga Anak Lahir tanpa Betis

Baca juga: Ada Lima Petarung UFC yang Diklaim Sukses Jadi Petinju, Siapa Saja Mereka?

Baca juga: Habib Rizieq Akan Tempuh Jalur Hukum atas Kematian 6 Pengikutnya, Minta Pendukung Tahan Diri

Ia juga mengaku sangat sedih, padi tersebut sudah kurang layak konsumsi akibat beberapa hari terendam banjir.  Namun tetap saja akan dikonsumsi, karena memang padi tersebut untuk jatah makan keluarga besarnya.

Tidak hanya, satu unit sepeda motor milik keluarganya ikut terendam. Karena tidak bisa diselamatkan pada malam banjir datang. Baju, lemari, kasur dan sebagian besar pakaian juga ikut basah.

Fauziah mengaku tidak menyangka, banjir kali ini  akan separah itu, karena tahun-tahun sebelumnya air banjir paling tinggi hanya sepinggang orang dewasa. Itupun terjadi dua tahun lalu.

“Walau rumah tak rusak, namun banyak harta benda yang  harus diperbaiki, termasuk sepeda motor.kalau dihitung dengan uang, kerugian bisa mencapai jutaan rupiah, tapi saya ikhlas saja, karena ini musibah,” ungkapnya.

Kisah tak jauh beda juga diungkap Antiah (35) warga gampong sama. Bahkan pengakuan wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh upah disawah, akibat banjir tersebut enam karung padi terendam banjir berhari-hari.

“Padi itu kami kumpulkan untuk makan hari-hari, tapi sekarang sudah basah begini. Saya coba jemur agar tidak busuk, sedih tapi apa boleh buat, sudah musibah ya terima saja,” kata Antiah.

Antiah menceritakan  pada malam saat banjir masuk ke rumahnya. Saat itu ia bersama keluarga berusaha bertahan di dalam rumah , ternyata genangan air semakin tinggi dan terjadi sangat cepat.

Akibatnya ia bersama suami terpaksa memapah ayahnya yang sudah sangat tua ke lokasi aman tidak jauh dari rumah. Ia mengabaikan barang-barang berharga dalam rumah demi menyelamatkan ayahnya yang sudah sangat renta.

Baca juga: VIRAL Sempat Ingin Gugurkan Karena Diprediksi tak Normal, Ibu Bertahan hingga Anak Lahir tanpa Betis

Baca juga: Viral Ayah Menangis Bicara Dengan Anak Lewat Hp, Ngaku 12 Tahun tak Bertemu, Begini Ceritanya

Kata Antiah, ayahnya seorang sepuh yang paling dituakan di desanya. Bahkan dulu pernah diangkat menjadi imam desa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved