Kamis, 21 Mei 2026

Berita Bireuen

Tebing Sungai Longsor, Tiga Rumah Warga Juli, Bireuen Rusak hingga Amblas

Tiga unit rumah yang mulai rusak bagian belakang karena terjadi longsor setelah hujan deras yaitu, milik Efendi (37) selaku keuchik desa setempat.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ YUSMANDIN IDRIS
Rumah Sudirman di Desa Alue Rambong, Juli, Bireuen bagian belakang sudah longsor. 

Tiga unit rumah yang mulai rusak bagian belakang karena terjadi longsor setelah hujan deras yaitu, milik Efendi (37) selaku keuchik desa setempat. Tanah pertapakan bagian belakang sudah kosong digerus air. Kemudian rumah Sudirman (40), bagian dapur sudah amblas ke sungai. Selanjutnya rumah Mulyadi bagian belakang juga hampir longsor.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tebing alur Sungai Krueng Simpo Juli, Bireuen di kawasan Desa Alue Rambong, Juli, Bireuen longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan itu seminggu terakhir.

Dampaknya, tiga unit rumah di pinggir alur sungai tersebut  sudah rusak dan nyaris ambruk, Sabtu (12/12/2020).

Tiga unit rumah yang mulai rusak bagian belakang karena terjadi longsor setelah hujan deras yaitu, milik Efendi (37) selaku keuchik desa setempat.

Tanah pertapakan bagian belakang sudah kosong digerus air.

Kemudian rumah Sudirman (40), bagian dapur sudah amblas ke sungai.

Selanjutnya rumah Mulyadi bagian belakang juga hampir longsor.

Baca juga: Bupati Bireuen Minta Menteri Agama Bangun MAN Model

Keuchik Alue Rambong, Efendi kepada Serambinews.com mengatakan, longsor sudah terjadi enam bulan terakhir dan paling parah setelah hujan deras mengguyur kawasan itu pada Jumat (11/12/2020) malam.

Dua unit rumah yang bagian belakang sudah longsor berdekatan dan berjarak dengan jalan lintasan Bireuen-Takengon KM 16 sekitar 10 meter lagi.

Bagian bawah sudah longsor.

Selain itu sejumlah pohon pinang dan pohon kelapa juga sudah tumbang ke sungai.

Walaupun rumahnya bagian belakang rusak dan bagian bawah sudah bolong,
Efendi masih menempati rumah tersebut.

Begitu juga rumah Sudirman yang merupakan rumah bantuan, masih ditempati karena belum ada tempat
berteduh atau rumah lainnya. 

Dikatakan keuchik,  dari posisi semula lahan telah longsor jatuh ke sungai mencapai  6 meter lebih dan
sekarang berjarak dengan jalan tinggal sekitar 10 meter lagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved