Berita Bireuen
Tebing Sungai Longsor, Tiga Rumah Warga Juli, Bireuen Rusak hingga Amblas
Tiga unit rumah yang mulai rusak bagian belakang karena terjadi longsor setelah hujan deras yaitu, milik Efendi (37) selaku keuchik desa setempat.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Tiga unit rumah yang mulai rusak bagian belakang karena terjadi longsor setelah hujan deras yaitu, milik Efendi (37) selaku keuchik desa setempat. Tanah pertapakan bagian belakang sudah kosong digerus air. Kemudian rumah Sudirman (40), bagian dapur sudah amblas ke sungai. Selanjutnya rumah Mulyadi bagian belakang juga hampir longsor.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tebing alur Sungai Krueng Simpo Juli, Bireuen di kawasan Desa Alue Rambong, Juli, Bireuen longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan itu seminggu terakhir.
Dampaknya, tiga unit rumah di pinggir alur sungai tersebut sudah rusak dan nyaris ambruk, Sabtu (12/12/2020).
Tiga unit rumah yang mulai rusak bagian belakang karena terjadi longsor setelah hujan deras yaitu, milik Efendi (37) selaku keuchik desa setempat.
Tanah pertapakan bagian belakang sudah kosong digerus air.
Kemudian rumah Sudirman (40), bagian dapur sudah amblas ke sungai.
Selanjutnya rumah Mulyadi bagian belakang juga hampir longsor.
Baca juga: Bupati Bireuen Minta Menteri Agama Bangun MAN Model
Keuchik Alue Rambong, Efendi kepada Serambinews.com mengatakan, longsor sudah terjadi enam bulan terakhir dan paling parah setelah hujan deras mengguyur kawasan itu pada Jumat (11/12/2020) malam.
Dua unit rumah yang bagian belakang sudah longsor berdekatan dan berjarak dengan jalan lintasan Bireuen-Takengon KM 16 sekitar 10 meter lagi.
Bagian bawah sudah longsor.
Selain itu sejumlah pohon pinang dan pohon kelapa juga sudah tumbang ke sungai.
Walaupun rumahnya bagian belakang rusak dan bagian bawah sudah bolong,
Efendi masih menempati rumah tersebut.
Begitu juga rumah Sudirman yang merupakan rumah bantuan, masih ditempati karena belum ada tempat
berteduh atau rumah lainnya.
Dikatakan keuchik, dari posisi semula lahan telah longsor jatuh ke sungai mencapai 6 meter lebih dan
sekarang berjarak dengan jalan tinggal sekitar 10 meter lagi.
Dampak lain setelah hujan dan juga luapan air sungai, satu jembatan besi ukuran kecil untuk ke kebun di desa itu juga putus.
Baca juga: Pemko Subulussalam Batalkan Lelang Jabatan Eselon II
“Selain tiga rumah, satu unit jembatan besi ambruk di Dusun Alue Teungoh KM 17, diterjang luapan air bah mengalir dari pegunungan Pinto Angen tembusnya ke Alue Phon Krueng Simpo,” ujarnya.
Kepala desa dan warga mengharapkan, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen untuk melihat dan membantu sekaligus mengusulkan dibangun bronjong di belakang rumah.
Sehingga, rumah yang nyaris ambruk dapat ditempati kembali.
"Kami juga mengharapkan agar jembatan yang rusak itu dapat diperbaiki, karena itu digunakan sebagai jalur
penyeberangan oleh masyarakat menuju ke kebun yang berada disekitarnya," harap keuchik.
Sementara Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kapolsek Juli Ipda Syafaruddin SH didampingi anggota ditemui bersamaan di lokasi juga berharap, kerusakan longsor pinggir sungai itu dapat
ditangani guna mencegah kerusakan meluas.
Kapolsek Juli juga turut mengimbau bagi warga sekitar rumahnya berada dekat dengan pinggiran
sungai, supaya dapat tetap berhati-hati.
Mengingat, kondisi terjadinya longsor ditambah saat ini musim hujan. (*)
Baca juga: VIDEO Sering Diantar Sopir Angkot, Suami Cemburu Buta pada Istri hingga Ajak Berduel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-sudirman-di-desa-alue-rambong-juli-bireuen-bagian-belakang-sudah-longsor.jpg)