1.303 Warga TamiangMengungsi, Banjir Rendam Tiga Kecamatan
Banjir di Aceh Tamiang pada Minggu (13/12/2020) terus meluas hingga menjangkau tiga kecamatan
KUALASIMPANG - Banjir di Aceh Tamiang pada Minggu (13/12/2020) terus meluas hingga menjangkau tiga kecamatan. Akibatnya, 1.303 warga Kecamatan Tamiang Hulu, Kejuruan Muda, dan KecamatanTenggulun, harus mengungsi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Syahri, memprediksi jumlah pengungsi akan bertambah, mengingat ketinggian air di wilayah hulu masih memungkinkan terjadinya banjir kiriman. Genangan air, menurutnya, menyebabkan aktivitas masyarakat di tiga kecamatan itu lumpuh sejak Sabtu (12/12/2020) malam.
Berdasarkan pendataan yang sudah dilakukan, sebut Syahri, Tamiang Hulu merupakan kecamatan yang paling terdampak banjir karena merendam 12 dusun yang tersebar dalam empat kampung yakni Bandar Khalifa, Alur Tani, Rongoh, dan Kaloy. Sementara daerah lain yang mengalami dampak parah ialah Rimba Sawang, Simpang Kiri (Tenggulun), Alur Seulebu, dan Perkebunan Sungai Liput (Kejuruanmuda).
“Hasil pantauan hari ini (kemarin-red), ada empat kecamatan yang terdampak banjir. Genangan air diprediksi akan naik dan tidak tertutup kemungkinan meluas ke daerah lain,” kata Syahri, kepada Serambi, Minggu (13/12/2020).
Secara keseluruhan, luapan air sungai akibat curah hujan tinggi ini menyebabkan 1.303 jiwa (315 kepala keluarga), harus mengungsi. Proses evakuasi korban banjir dilakukan menggunakan perahu karet dibantu oleh tim SAR dan personel TNI/Polri.
Sejauh ini, tambah Syahri, BPBD Aceh Tamiang sudah membuka lima tempat pengungsian yaitu di Aula Kantor Camat Tenggulun, Pekan Pulau Tiga, Simpang Rimba Sawang, SD Alur Seulebu, dan loding perkebunan di Kejuruan Muda. “Kita juga membuka dapur umum dan ada juga tim kesehatan yang akan mengontrol kondisi kesehatan warga selama di tempat pengungsian,” pungkasnya.
Sementara itu, Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Yusuf Adi Puruhita, yang ikut meninjau lokasi banjir, Minggu (13/12/2020), mengingatkan Koramil dan Posramil di jajarannya untuk terus memantau perkembangan dan situasi banjir. Sebab, menurut Dandim, dari amatannya di lapangan, banjir itu terjadi akibat luapan sungai dan kiriman dari wilayah hulu.
Letkol Yusuf Adi Puruhita juga mengingatkan agar musibah ini menjadi perhatian semua pihak, mengingat dampaknya cukup luas. “Dampak ekonomi, kesehatan, dan kebutuhan air bersih harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai musibah ini melumpuhkan aktivitas masyarakat,” ungkap Yusuf. (mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-di-atam-rendam-3-kecamatan.jpg)