Mengungsi di Rumah Orang Tua, Keluarga Murzani Takut Terjadi Longsor Susulan
Warga Meunasah Mayang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Murzani (38) bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil
Warga Meunasah Mayang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Murzani (38) bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil, hingga Senin (14/12/2020) masih memilih untuk mengungsi dari rumahnya. Hal ini mereka takut dengan terjadi longsor batu karang susulan.
Sebagaimana diketahui, rumah kontruksi beton milik Murzani di Desa Meunasah Mayang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Minggu (13/12/2020) dini hari tertimpa longsor. Namun, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
Ketua Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri kepada Serambi, Senin (14/12/2020), menyatakan, kalau saat ini korban masih memilih mengungsi ke rumah orang tuanya. "Mereka mengaku masih takut dengan terjadinya longsor susulan," katanya.
Menurut Samsul Bahri, secara swadaya masyarakat setempat sudah mendatangkan alat berat ke bukit di belakang rumah Murzani. Keberadaan alat berat tersebut untuk melakukan pengerukan di bukit itu, supaya jangan ada lagi longsor susulan.
Sehari sebelumnya, Murzani menceritakan, dia bersama istri dan kedua anaknya sedang tidur. Tiba-tiba mendengar dentuman keras, hingga membangunkan keluarganya. Kemudian, dia mendengarkan suara pecahan keramik yang ditumpuk di dekat dapur.
"Saat saya lihat, ternyata beberapa bongkahan batu karang sudah ada di dalam dapur dengan kondisi dinding dapur sudah jebol. Sedangkan batu karang tersebut jatuh dari bukit yang berada di belakang rumah saya," paparnya.
Ditakutkan ada longsor lanjutan, dia bersama keluarga memilih mengungsi. Akibat kejadian itu, sudah merusak dinding dapur serta peralatan dapur seperti kompor dan lainnya. "Untuk sementara ini kami belum berani tinggal di rumah. Takut akan ada longsor susulan lagi," pungkasnya.(bah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/batu-karang-timpa-rumah-di-lhokseumawe_.jpg)