Jumat, 24 April 2026

Berita Pidie

Korban Banjir di Rumah Bantuan Tsunami di Pidie Bersihkan Lumpur

Korban banjir di Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Rabu (16/12/2020) membersihkan lumpur terbawa banjir

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Warga membersihkan lumpur banjir di Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie Rabu (16/12/2020). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Korban banjir di Gampong Dayah Tutong, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Rabu (16/12/2020) membersihkan lumpur terbawa banjir.

Gampong Dayah Tutong salah satu lokasi kompleks perumahan yang dibangun NGO untuk korban tsunami.

Korban tsunami yang menempati rumah bantuan itu, dominan dari Kecamatan Kota Sigli.

Hanya saja lokasi rumah bantuan itu sangat rendah sehingga mudah terendam banjir.

Penghuni kompleks tsunami meminta Pemkab Pidie membangun saluran yang mudah mengalir air.

"Kita berharap pada Pemkab Pidie, agar membuat saluran pembuang yang besar sehingga banjir tidak tergenang di kompleks perumahan kami," kata Intan Maulida (29) disela-sela membersihkan lumpur banjir kepada Serambinews.com, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Pria Asal Aceh Meninggal di Malaysia, Sudah 14 Hari Belum Ada Informasi Tentang Keluarganya

Menurutnya, banjir yang terjadi dua hari lalu, membuat warga yang tinggal di kompleks perumahan tsunami sangat panik.

Sebab, air menerobos rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari akibat meluanya irigasi. 

Sehingga banyak warga tidak sempat memindahkan barang. Bahkan, ada warga basah tempat tidur. 

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Akibat Maraknya Game Online Higgs Domino, Terjadi Jual Beli Chip Hingga Perceraian

"Jangan bantuan logistik saja dibantu, tapi yang paling penting adalah saluran harus dibenahi," jelasnya. 

Camat Pidie, Miswar SSos MM, kepada Serambinews.com, Rabu (16/12/2020) menyebutkan, saluran pembuang di kompleks perumahan tsunami kecil, sehingga air tidak leluasan mengalir. 

"Saat banjir terjadi, kita harus mendatangkan mobil pemadam untuk menyedot air. Memang saluran sempit," ujar Camat Pidie. (*)

Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Tegaskan tak Ada Perayaan di Malam Pergantian Tahun, Juga Singgung Judi Online

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved