Berita Bireuen

Tahun Ini Bireuen Peroleh Bantuan Desa Rp 534 Miliar Lebih

Tahun ini  Bireuen memperoleh bantuan untuk 609 desa sebanyak Rp 534.355.702.758, dana sebesar itu berasal dari bantuan Dana Desa (DD)

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Mulyadi SH, Kepala DPMGP-KB Bireuen 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tahun ini  Bireuen memperoleh bantuan untuk 609 desa sebanyak Rp 534.355.702.758, dana sebesar itu berasal dari bantuan Dana Desa (DD) mencapai Rp 455.523.085.000,

Kemudian bantuan Alokasi Dana Gampong Rp 84.055.384.200, ditambah pengembalian pajak Rp
2.520.000.000 dan retribusi Rp 1.257.233.558.

Sedangkan tahun 2020 jumlah keseluruhan bantuan mulai dari DD, ADG, pajak dan retribusi Rp
462 miliar lebih.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Bireuen Mulyadi SH kepada Serambinews.com, Rabu (16/12/2020) mengatakan, data sementara yang sudah diterima dinas besaran bantuan untuk desa tahun ini dari berbagai sumber mencapai Rp 534 miliar, berkurang sedikit dibandingkan tahun 2020.

Baca juga: Ini yang BPBD dan PUPR Aceh Barat Untuk Cegah Meluasnya Erosi Krueng Meureubo

Dana sebesar Rp 534 miliar tersebut dialokasikan untuk 609 desa, besar dan kecilnya bantuan berpedoman kepada rumus yang sudah ditetapkan pemerintah. 

Mulyadi menambahkan, bantuan DD dan lainnya berpedoman kepada rumus dan ketentuan yang berlaku, bantuan paling besar diterima salah satu desa di Bireuen Rp 1.735.768.000 dan yang paling kecil di salah satu desa diterima Rp 597.860.000.

Perkiraan rata-rata menerima bantuan tahun ini berkisar Rp 700 juta - Rp 800 juta.

Mulyadi mengharapkan para kepala desa untuk segera melakukan musyawarah membahas dan menetapkan rencana kerja dengan menggunakan dana DD tahun ini.

Baca juga: Korban Banjir di Rumah Bantuan Tsunami di Pidie Bersihkan Lumpur

“Berbagai kegiatan harus berdasarkan hasil musyawarah desa yang dituangkan dalam RAPBG masing-masing desa sebagai pedoman utama,” ujar Mulyadi.

Selain itu, setiap desa sudah ada BUMG dan berbagai jenis usaha yang dijalankan warga desa.

Adanya bantuan desa diharapkan mampu menghidupkan BUMG dan menciptakan berbagai inovasi untuk kemajuan desa terutama sekali bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) yang menjadi andalan masing-masing desa.(*)

Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Tegaskan tak Ada Perayaan di Malam Pergantian Tahun, Juga Singgung Judi Online

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved