Breaking News:

Pengadilan Argentina Ingin Awetkan Jenazah Maradona, Ini Penyebabnya!

Maradona meninggal karena serangan jantung bulan lalu dan dimakamkan di luar Buenos Aires pada 26 November 2020.

AFP
Warga melewati poster Diego Maradona di Buenos Aires, Argentina. 

BUENOS AIRES - Jenazah mendiang legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona harus diawetkan bila DNA-nya diperlukan dalam kasus perebutan hak warisan.

Hal ini sesuai dengan keputusan pengadilan Argentina pada Kamis (17/12/2020).

Maradona meninggal karena serangan jantung bulan lalu dan dimakamkan di luar Buenos Aires pada 26 November 2020.

Pengacara Maradona sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa sampel DNA sudah ada.

Pengadilan mengatakan, bahwa jenazah mantan pemain Boca Juniors dan Napoli itu tidak boleh dikremasi.

Maradona mempunyai lima anak yang diakui dan enam lainnya yang meminta untuk dites DNA sebagai bagian dari proses pembagian warisan yang kompleks di Argentina.

Baca juga: Game Online Marak di Aceh, Bahkan Libatkan Anak Usia Sekolah, MPU: Perlu Tindakan Serius Pemerintah

Baca juga: Bawa Makanan dan Minuman Saat Aksi 1812, Mobil Ambulans Diamankan Polisi

Baca juga: Mahasiswi di Simeulue Ini Masukkan Lelaki ke Kamar Kos, Pasangan belum Nikah Ini Digerebek Dini Hari

Salah satu dari enam anak tersebut adalah Magalí Gil yang berusia 25 tahun.

Dua tahun lalu, Gil mengetahui, kalau ia adalah anak kandung dari pesepak bola legendaris tersebut.

"Nyonya Gil meminta agar tes dilakukan dan untuk tujuan ini kantor kejaksaan mengirim sampel DNA," kata Pengadilan Nasional Tingkat Pertama untuk Masalah Sipil No 56.

Maradona hanya mengakui empat anak di Argentina.

Halaman
1234
Editor: Imran Thayib
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved