Jumat, 17 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Aceh Tamiang Segera Miliki Kawasan Industri, Manfaatkan Lahan Sawit 76 Hektare

Ide pembentukan KKI ini sudah lama direncanakan, namun sebelumnya sering terbentur pada ketersediaan lahan.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Razuardi Ibrahim (dua kiri) saat memeriksa titik koordinat lahan KKI di Benteng Anyer, Aceh Tamiang 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Aceh Tamiang segera memiliki Kawasan Khusus Industri (KKI) setelah pihak swasta bersedia mengalihkan fungsi perkebunan sawitnya untuk lokalisasi industri.

Rencana ini sudah dimatangkan setelah tim pembentukan kawasan khusus industri ini melakukan monitoring dan pengukuran ulang di atas lahan yang berada di Kampung Benteng Anyer, Manyakpayed, Aceh Tamiang.

“Kita telah melakukan pengukuran titik koordinat. Disimpulkan patok yang masuk dalam rencana kawasan khusus industri tidak bergeser,” kata Ketua Tim Rencana Pembentukan KKI, Razuardi Ibrahim, Sabtu (19/12/2020).

Razuardi yang merupakan mantan Sekdakab Aceh Tamiang ini menjelaskan lahan yang diajukan sebagai areal KKI ini seluas 76 hektare. Saat ini lahan itu masih dipenuhi tanaman kelapa sawit dengan 16 surat kepemilikan.

“Seluruh pemilik lahan tersebut sudah bersedia mengalihkan lahan itu sebagai kawasan industri. Sudah tidak ada masalah,” ungkapnya.

Razuardi menjelaskan ide pembentukan KKI ini sudah lama direncanakan, namun selalu terbentur pada ketersediaan lahan. Menurutnya ada aturan khusus dari pemerintah pusat yang mewajibkan luas lahan untuk kawasan industri minimal seluas 50 hektare.

“Hari ini Aceh Tamiang sudah memiliki 76 hektare, artinya persyaratan awal sudah terpenuhi,” sambungnya.

Dia memastikan keberadaan KKI ini akan berdampak pada meningkatnya PAD Aceh Tamiang dan memberi peluang pekerjaan kepada masyarakat lebih luas. Lokasi KKI ini pun diakuinya cukup strategis karena berada dalam jangkauan jalan tol dan kereta api. 

Proses pengukuran ini diakui Razuardi melibatkan tim Bappeda Aceh Tamiang dan diketahui seluruh Forkopimcam Bendahara. Bahkan warga dua kampung yang berdampingan dengan Benteng Anyer telah menyatakan dukungannya melalui surat tertulis.

“Langkah selanjutnya kami akan melakukan penetapan kawasan dan disusul penyusunan master plan,” ujar Razuardi.(*)

Baca juga: Ini Kawasan di Aceh Tamiang yang Sawahnya Rusak akibat Banjir

Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 IDI Pastikan Vaksin Uji Klinis Fase 3 Bisa Digunakan, Tapi Ini Syaratnya 

Baca juga: Ini Kronologis Penangkapan Pasangan Asal Bireuen di Bandara Malikussaleh Saat Hendak Selundup Sabu

Baca juga: 3 Warga Hilang di Sungai dan Laut di Nagan Raya belum Ditemukan, Hampir Sebulan dan 2 Bulan Lebih  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved