Breaking News:

I’m A Stringer, Autobiografi Nasir Nurdin, 27 Tahun Bersama Serambi Indonesia, 'Babang Tidak Pudar'

Isak haru membisukan suasana, ketika ia mulai menceritakan awal kisahnya mengabdi, memberikan seluruh perhatiannya kepada dunia jurnalistik. 

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Nasir Nurdin saat melaunching buku I’m a Stringer, Autobiografi Nasir Nurdin, 27 Tahun Bersama Serambi Indonesia di pelantaran Kantor Harian Serambi Indonesia, Senin (21/12/2020). 

Laporan Syamsul Azman | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Suaranya sesekali parau mengenang masa-masa bergerilya ketika mengarungi berbagai rintangan di lapangan, berhadapan dengan berbagai keadaan yang tidak terduga-duga. 

Sesekali ia menghapus air mata, buliran murni tanpa diminta membasahi lembut pipinya, wajah yang memperlihatkan telah cukup lama terkena paparan sinar mentari demi memberikan informasi untuk masyarakat Aceh. 

I’m a Stringer, buku Auto Biografi goresan Nasir Nurdin setelah bekerja 27 tahun bekerja di Harian Serambi Indonesia, sebagai catatan sejarah hidupnya ketika melewati berbagai fase di Aceh. 

Seperti masa darurat militer di Aceh sampai Tsunami, Babang (panggilan akrab Nasir Nurdin) ditorehkan pada buku 98 halaman tersebut. 

Pada hari Senin, (21/12/2020) ia melaunching buku menyimpan berbagai kenangan serta fase kehidupan, dari bawah menjadi wartawan senior Aceh. 

Di pelataran Kantor Harian Serambi Indonesia, Nasir Nurdin mengundang beberapa elemen penting di Aceh serta dihadiri berbagai petinggi Harian Serambi Indonesia. 

Baca juga: Warga Banda Aceh Antusias Saksikan Kontes Ikan Cupang, Juara Umum Dapat Rp 1 Juta dan Piala

Isak haru membisukan suasana, ketika ia mulai menceritakan awal kisahnya mengabdi, memberikan seluruh perhatiannya kepada dunia jurnalistik. 

Sesekali ia juga mengucap syukur, atas segala yang ia miliki saat ini, dikelilingi oleh orang-orang yang hebat dan mensuportnya, dari bukan siapa-siapa menjadi orang yang bermakna.

Seperti ungkapan dari H Sjamsul Kahar, yakni Dirut PT Aceh Media Grafika sekaligus sebagai Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia

“Nasir memberi judul bukunya I'm a stringer. Tapi hari ini ia telah tumbuh menjadi wartawan sebenarnya. 

"Sebagai sahabat dan atasan, saya mengucapkan selamat memasuki masa purnabakti kepada Nasir Nurdin sebagai karyawan PT Aceh Media Grafika. 

"Namun, karya-karya sebagai seorang jurnalis tak pernah mengenal kata berhenti. Salam hangat Bung Nasir. Journalist never die!,” demikian ungkapan Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia pada buku. 

Baca juga: Dua Atlet Taekwondo Aceh Utara Ikuti Kejuaraan di Banda Aceh, Raih Satu Medali Perunggu

Selain itu, Mohd Din sebagai Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia, beliau pula turut mengutarakan kesan dan perjuang yang dihadapi Babang Nurdin. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved