Internasional
Jerman Minta Iran Manfaatkan Kesempatan Terakhir, AS Akan Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Pemerintah Jerman meminta Iran untuk memanfaatkan kesempatan terakhir yang akan diberikan oleh AS. Sejumlah negara masih berusaha mempertahankan
SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Pemerintah Jerman meminta Iran untuk memanfaatkan kesempatan terakhir yang akan diberikan oleh AS.
Sejumlah negara masih berusaha mempertahankan kesepakatan 2015 tentang program nuklir Iran pada Senin (21/12/2020).
Dilansir AP, mereka secara positif menanggapi kemungkinan kembalinya AS ke perjanjian di bawah pemerintahan Joe Biden.
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, Senin (21/12/2020) mendesak Iran untuk tidak menyia-nyiakan apa yang disebutnya sebagai jendela kesempatan terakhir.
Pertemuan virtual pihak-pihak dalam perjanjian Senin (21/12/2020) merupakan pertama di tingkat menteri luar negeri dalam setahun terakhir ini.
Baca juga: VIDEO - PEMBONGKARAN BANGUNAN yang Rusak Akibat Gempa Turki, 506 Lokasi Sedang Dikerjakan
Hal itu terjadi karena kesepakatan itu yang disebut Menteri Luar Negeri Jerman sebagai spiral ke bawah.
Karena disebabkan oleh tekanan AS yang kuat terhadap Iran dan pelanggaran perjanjian Teheran.
Negara-negara yang tersisa yang menandatangani perjanjian dengan Iran yakni Jerman, Prancis, Inggris, China dan Rusia.
Mereka telah berusaha mencegahnya runtuh setelah penarikan sepihak Amerika Serikat pada 2018.
Tiga kekuatan Eropa itu telah menyatakan harapan dengan perubahan pemerintahan di Washington, AS dapat dibawa kembali ke dalam kesepakatan.
Dengan tujuan untuk mencegah Iran mengembangkan bom nuklir, sesuatu yang Teheran terus bersikeras tidak ingin lakukan.
Presiden terpilih Joe Biden berharap untuk mengembalikan AS ke kesepakatan, yang dinegosiasikan saat dia menjadi wakil presiden di bawah Presiden Barack Obama.
Baca juga: Kontrak Susi Air Berakhir, Penerbangan Terakhir Abdya - Medan Justru Penuh Penumpang
Rumitnya, Iran sekarang melanggar sebagian besar batasan utama yang ditetapkan dalam perjanjian.
Termasuk jumlah uranium yang diperkaya yang diizinkan untuk ditimbun dan kemurnian yang diizinkan untuk memperkaya uranium.
Pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan itu mengatakan peserta dalam kesepakatan tersebut menegaskan kembali komitmen mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-jerman-heiko-maas1.jpg)