Kamis, 30 April 2026

Kisah Ronaldo

Kisah Haru Cristiano Ronaldo Menjadi Megabintang Sepakbola Dunia, Selalu Menangis Kenang 2 Hal Ini

Keluarga kami tidak kaya, jadi harus berjuang untuk bertahan hidup. Dalam situasi di mana Anda tumbuh itulah yang memperkuat karakter dan kepribadian

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
TWITTER.COM/FIFACOM
Cristiano Ronaldo merayakan gol ke gawang Luksemburg dalam lanjutan Kualifikasi Euro 2020, Jumat (11/10/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Di balik kejayaan yang diraih megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, terselip kisah haru dan perjuangan keras yang mesti dia lalui sebelum mencapai puncak kesuksesan.

Cristiano Ronaldo kini berstatus salah satu atlet-selebritas terkaya di dunia, juga bergelimang gelar dan prestasi di lapangan.

Untuk menuju kegemilangan tersebut, pria Portugal berusia 35 tahun itu harus melalui jalan terjal.

Tidak instan karena Ronaldo menjalani berbagai kesulitan di awal-awal kariernya.

"Keluarga kami tidak kaya, jadi harus berjuang untuk bertahan hidup. Dalam situasi di mana Anda tumbuh itulah yang memperkuat karakter dan kepribadian Anda," kata Ronaldo.

Ronaldo dan kekasihnya, Georgina Rodriguez.
Ronaldo dan kekasihnya, Georgina Rodriguez. (Tangkapan Layar Instagram @georginagio)

Pemakai nomor kostum 7 di Juventus dan timnas Portugal itu mengungkapkan kesulitan yang dia alami pada masa kecil.

Pada 1997, Ronaldo cilik pindah dari Nacional, klub asal kampung halamannya di Madeira, ke akademi Sporting CP yang berada di ibu kota Portugal, Lisabon.

Perpisahan dengan orangtua dan keluarga memunculkan trauma di masa mudanya.

"Saya lahir di Pulau Madeira dan saat berusia 11 tahun, Sporting berbicara kepada orangtua saya," kenangnya dalam interviu dengan petinju Kazakstan, Gennady Golovkin, untuk sebuah dokumenter berjudul "Parallel Worlds" di DAZN.

"Mereka (Sporting) tertarik kepada saya, tapi saya harus pindah ke Lisabon. Saat saya berbicara dengan mereka, ibu bilang, 'Nak, kalau memang kamu ingin pergi, pergilah'."

Bagi anak berusia 11 tahun, meninggalkan orangua untuk pindah ke tempat baru yang jaraknya hampir 1.000 kilometer dari rumah terasa berat.

Baca juga: BKM dan Remaja Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya Mulai Budidaya Ikan Lele, Begini Caranya

Baca juga: Jadwal Kapal Lambat & Cepat dari Banda Aceh - Sabang Serta Sebaliknya, 6 Kali Sehari Selama Liburan

Baca juga: Pelancong yang Hendak Berlibur Tahun Baru ke Medan Wajib Miliki Surat PCR

"Saya menangis tiap hari karena kangen mereka," ujar Ronaldo, dikutip BolaSport.com dari Goal Italia.

Perpisahan dengan keluarga sewaktu muda diakui Ronaldo sebagai salah satu momen tersulit dalam hidupnya.

Momen menyedihkan yang lain adalah kehilangan sang ayah, Jose Dinis Aveiro.

Jose meninggal dunia pada 2005 atau di masa ketika Cristiano membangun tahap awal karier sepak bola profesional menuju kesuksesan.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved