Internasional
Parlemen Turki Perpanjang Keberadaan Pasukan di Libya Selama 18 Bulan
Parlemen Turki menyetujui penempatan pasukan negaranya di Libya selama 18 bulan lagi.
Selama pawai di ibu kota, yang runtuh pada Juni 2020, Hifter mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab, Mesir, Prancis, dan Rusia.
Baca juga: VIDEO - PEMBONGKARAN BANGUNAN yang Rusak Akibat Gempa Turki, 506 Lokasi Sedang Dikerjakan
Turki juga menandatangani perjanjian maritim yang kontroversial dengan pemerintah Tripoli tahun lalu.
Memberikannya akses ke zona ekonomi yang diperebutkan di seberang Laut Mediterania Timur.
Kesepakatan itu menambah ketegangan pada perselisihan Turki yang sedang berlangsung dengan Yunani, Siprus dan Mesir mengenai hak pengeboran minyak dan gas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tentara-turki-di-suriah.jpg)