Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Perjuangan Warga Pegunungan Iran Memakamkan Korban Virus Corona Seadanya

Warga Iran yang tinggal di daerah pegunungan harus berjuang sendiri untuk menguburkan para korban virus Corona.

Editor: M Nur Pakar
AP
Warga menguburkan korban virus Corona di kawasan pegunungan Ghaemshahr, Iran. 

SERAMBINEWS.COM, GHAEMSHAHR - Warga Iran yang tinggal di daerah pegunungan harus berjuang sendiri untuk menguburkan para korban virus Corona.

Seperti di lembah subur Iran utara, di mana Pegunungan Alborz menjorok ke arah laut, Ali Rahimi melanjutkan pekerjaannya yang mengerikan.

Hari demi hari, Rahimi, seorang ulama berusia 53 tahun di kota Ghaemshahr mengenakan jas hazmat.

Dia menerima almarhum, mendisinfeksi, mencuci dan menyelubungi mayat dengan kain putih.

Provinsi utara Mazandaran, dengan hutan dan lahan pertaniannya, berjarak empat jam berkendaraan dari Teheran, ibu kota Iran, lansir AP, Rabu (23/12/2020).

Dimana setengah dari kematian akibat virus Corona terkonsentrasi di negara itu.

Rumah sakit di kota berpenduduk 10 juta itu mengalami tekanan dan pemakaman ibu kota yang luas sedang berjuang untuk mengimbangi kematian.

Baca juga: Kapal Selam Berpeluru Kendali AS Muncul di Selat Hormuz, Sinyal Peringatan ke Iran

Virus menyebar ke seluruh negeri, menewaskan lebih dari 54.000 orang di tempat yang telah menjadi wabah terburuk di Timur Tengah dan wilayah pedesaan tidak juga luput.

Penggali kuburan di Mazandaran mengatakan ratusan orang telah meninggal.

Tetapi jumlahnya sulit untuk diverifikasi karena Kementerian Kesehatan Iran berhenti merilis rincian berdasarkan provinsi.

Tempat liburan populer dengan jajaran hotel, vila, dan kafe di sepanjang Laut Kaspia, Mazandaran menarik kerumunan warga Teheran yang ingin melepaskan diri dari tekanan kota.

Terlepas dari larangan perjalanan sporadis, arus pengunjung yang tetap dari kota-kota besar telah membantu menyebarkan virus hingga pelosok pedesaan.

Kawasan yang dipenuhi dengan sawah dan kebun jeruk keprok.

Pada hari-hari awal pandemi, pihak berwenang khawatir penguburan akan berisiko menular.

Tetapi Rahimi dan rekan-rekannya segera belajar bagaimana membungkus dan mengangkut mayat orang-orang yang meninggal karena Covid-19 dengan benar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved